Evaluasi Pembelajaran IPA yang Mudah dengan Flash Card

Oleh : Ating Sulastri, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pertanyaan besar yang harus dijawab bagi orang yang belajar adalah bagaimana dapat sukses dalam belajar? Kata belajar bagi sebagian orang sudah merasa alergi karena yang terbesit dibenak adalah setumpuk buku besar yang membosankan. Namun semua itu tergantung dari bagaimana cara guru menyampaikan pembelajaran. Karena cara menarik minat belajar anak pada zaman sekarang itu sangat sulit. Jadi dibutuhkan kreavifitas yang lebih seperti memanfaatkan atau mengikuti teknologi yang sudah berkembang. Setelah suatu pembelajaran akan ada evaluasi hasil belajar.

Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu faktor yang sering kali dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pendidikan oleh guru dan siswa. Tujuan evaluasi belajar ialah untuk mengetahi bahan bahan pelajaran yang telah disampaikan apakah sudah dikuasai oleh peserta didik atau belum. Selain itu, apakah kegiatan pengajaran yang sudah dilakukan itu sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan atau belum.

Yang menjadi permasalahan itu sendiri adalah, peserta didik tidak menyukai pelajaran tersebut. Dikarenakan berbagai macam hal, bisa karena dari diri atau gurunya. Memahami peserta didik, memperbaiki dan mengembangkan program pembelajaran. Selama ini siswa kelas IV SDN Rowolaku semakin hari semakin merosot prestasi belajarnya. Terutama materi energi dan perubahannya. Kendala yang sering muncul yaitu waktu dan ke mahiran kemampuan guru.

Baca juga:   Efektivitas Quizizz dalam Penilaian Multiple Choice

Dalam memanfaatkan media rata-rata guru masih menggunakan metode tradisional. Dengan media atau model baru ‘team quiz” atau tim kuis sederhana ini akan membantu siswa untuk belajar. Flash card bisa sebagai satu metode untuk mengevaluasi hasil penyampaian materi pembelajaran yang telah diberikan kepada siswa. Kuis sederhana ini telah digunakan penulis dengan hasil yang baik dan hampir mirip dengan software pembuat kuis. Team quiz merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif yang dikembangkan oleh beberapa ahli. Menurut Sutardi (2013: 74), “dalam tipe quiz team ini, masing-masing anggota kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama atas keberhasilan kelompoknya dalam memahami materi dan menjawab soal.”
Secara defenisi, metode team quiz merupakan suatu metode dimana masing-masing kelompok secara bergantian menjadi pemandu kuis dengan menyiapkan soal kuis jawaban singkat, sementara itu maka kelompok yang lain memeriksa catatan mereka.

Metode team quiz diawali dengan penyampaian materi oleh guru kepada siswa secara klasikal. Setelah itu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok besar misal satu kelas dibagi 3 – 4 kelompok tergantung berapa banyak siswa dalam satu kelas itu. Lalu semua anggota kelompok diminta bersama mempelajari ulang materi yaitu “energi dan perubahannya” di sisi lain guru menyiapkan beberapa flash card yang berisi bagian bagian tubuh. Penulis membuat flash card sederhana sendiri yaitu dengan memanfaatkan limbah kardus bekas dan print gambar gambar bagian tubuh. Setelah semua selesai disiapkan maka dimulailah kuis dengan pertandingan akademis yang mana dari depan kelas guru mengangkat satu flash card dan meminta siswa untuk menyebutkan macam-macam energi yang ada di flash card dan apa kegunaannya.

Baca juga:   Belajar Matematika dengan Bingkai 10 Siswa Kelas I SD

Kemudian siswa berebut mengangkat tangan dengan diwakilkan salah satu anggota kelompok, maka kelompok yang terlebih dulu mengangkat tangan diminta untuk berdiskusi sejenak dan dilanjut menyebutkan jawabanya. Dan hal itu diulang terus hingga semua flash card yang sudah disediakan habis.

Dengan dilakukanya kuis akademis sederhana dengan menggunakan flash card dapat meningkatkan kemampuan tanggung jawab peserta didik terhadap apa yang mereka pelajari. Dan guru bisa mengevaluasi manakah materi yang belum jelas mana materi yang belum dimengerti siswa. Selain itu dengan terciptanya kompetisi antar kelompok, jadi siswa akan senantiasa berusaha belajar mengingat dengan motivasi yang tinggi pula dapat memperoleh nilai yang tinggi dalam pertandingan. (ce2.2/lis)

Guru Kelas IV SDN Rowolaku, Kec. Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya