Pendekatan SAVI dalam IPS

Oleh : Agus Subekhan, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar bagi siswa SMPN 3 Bodeh merupakan kegiatan yang dialami setiap hari. Untuk itu, diperlukan sebuah metode pembelajaran yang menarik agar anak tidak bosan dan terjebak pada rutinitas belajar yang kurang produktif.

Selayaknya kepada anak disuguhkan pembelajaran dan menyenangkan. Bermakna berarti dapat diterima anak melalui memori jangka panjang. Menyenangkan, berarti anak tertarik dan antusias.
Salah satu pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan adalah pembelajaran dengan pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectualy (SAVI). Pendekatan yang melibatkan seluruh aktivitas otak dan alat gerak serta indra siswa. Pendekatan yang dicetuskan oleh Dave Meier ini sangat tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran,terutama pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pembelajaran IPS lebih menekankan pada wawasan anak SMPN 3 Bodeh mengenai kegiatan sosial dan penerapan kepekaan terhadap kondisi lingkungan.

Pendekatan SAVI memanfaatkan seluruh potensi yang ada di dalam tubuh manusia. Hal ini akan mengajak setiap siswa SMP Negeri 3 Bodeh merasakan secara langsung proses pembelajaran. Pendekatan ini terdiri atas empat komponen penting.

Pertama, somatic yang berarti gerakan (action). Setiap pembelajaran dilakukan secara langsung melalui gerakan yang dilakukan oleh siswa. Contohnya dalam pembelajaran IPS detik-detik proklamasi, anak dapat menirukan gerakan-gerakan yang ada dalam peristiwa proklamasi tersebut.

Baca juga:   Model Role Playing untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS

Kedua, auditory yang berarti berbicara dan mendengar. Pembelajaran ini mengajak siswa berbicara dan mendengar secara langsung dari peristiwa yang terjadi di lapangan. Contoh, pembelajaran IPS dengan materi jenis-jenis kegiatan ekonomi, dapat ditampilkan video tentang proses jual beli di pasar atau menggunakan percakapan audio melalui tape recorder.

Ketiga, visual yang artinya sesuatu yang tampak kelihatan. Setiap pembelajaran selayaknya dapat dilihat secara langsung oleh siswa melalui gambar, peta, globe, video, dan lainnya. Contoh dalam pembelajaran IPS materi kerajaan, guru dapat menampilkan gambar tokoh-tokoh kerajaan.

Biasanya, auditory dan visual dijadikan satu dalam media video pembelajaran. Video pembelajaran telah memasukkan komponen audio dan visual sesuai dengan komponen SAVI.

Keempat adalah intelectually yang artinya kecerdasan. Setiap pembelajaran selayaknya terdapat komponen pengetahuan untuk memaksimalkan proses berpikir anak. Kematangan proses berpikir anak sangat tergantung dari apa yang selalu diterima anak dalam setiap pembelajaran.

Elemen tersebut menyiapkan siswa SMPN 3 Bodeh agar benar-benar memahami konsep yang diajarkan. Empat komponen tersebut menjadi kunci dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan menarik. Semua komponen akan menunjang aktivitas siswa, sehingga tujuan pembelajaran akan semakin mudah untuk dicapai.

Baca juga:   Belajar Era Globalisasi dengan Model Group Investigation

Keunggulan dari pendekatan SAVI di antaranya pertama, pembelajaran lebih menarik karena siswa berinteraksi langsung dengan fenomena dunia nyata. Fenomena tersebut membuat pembelajaran semakin kontekstual dan antisipatif untuk perkembangan zaman yang semakin cepat.

Kedua, sesuai tahap perkembangan anak SMP Negeri 3 Bodeh. Ini penting mengingat setiap tahapan perkembangan anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam menerima sebuah pembelajaran.

Ketiga, pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar siswa SMP Negeri 3 Bodeh. Terdapat tiga gaya belajar siswa, yaitu visual, audio, dan kinestetik. Melalui pendekatan ini semua tipe belajar anak dapat dilakukan dengan baik. Dampaknya setiap anak akan berkembang sesuai dengan tipe belajar masing-masing.

Keempat, siswa lebih aktif karena menggunakan pikiran dan aktivitas tubuh. Keseimbangan antara pikiran dan olah fisik menjadikan anak tidak hanya cerdas namun juga luwes dalam bergerak. Kelima, pembelajaran lebih bermakna karena menggunakan seluruh indra. Keenam, siswa SMP Negeri 3 Bodeh dapat saling bekerja sama. (pg1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 3 Bodeh

Author

Populer

Lainnya