Belajar Lebih Aktif dengan Make A Match pada Materi Keteladanan Rosul Ulul Azmi

Oleh: Tatiningsih, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pada masa pandemi, berimbas pada pembatasan tatap muka antara siswa dan guru. Kondisi yang demikian dapat menjadi kendala menurunnya pemahaman siswa pada materi yang disampaikan guru. Siswa belajar pada kelompok masing-masing sesuai arahan guru. Karena itulah guna meningkatkan pemahaman siswa pada materi keteladanan Rosul Ulul Azmi di kelas V SDN 01 Rembul, guru menggunakan metode make a match. Dengan harapan penggunaan metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengertian metode make a match menurut Suyatno (2009 : 72) adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian siswa mencari pasangan kartunya. Sedangkan Miftahul Huda (2012: 135) menyatakan, “model pembelajaran make a match merupakan salah satu pendekatan konseptual yang mengajarkan siswa memahami konsep-konsep secara aktif, kreatif, interaktif, efektif dan menyenangkan bagi siswa sehingga konsep mudah dipahami dan bertahan lama dalam struktur kognitif siswa.” Kesimpulannya bahwa model pembelajaran make a match merupakan model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu soal atau permasalahan dan pasangan jawabannya, siswa akan mencari pasangan jawabannya.

Siswa belajar secara aktif, kreatif, materi mudah dipahami dan bertahan lama dalam ingatan siswa. Adapun langkah-langkah pembelajaran metode pembelajaran make a match antara lain: guru memberi penjelasan tentang materi yang akan dipelajari dan batasannya.

Baca juga:   RME Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Siswa dalam Belajar Matematika

Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi potongan materi keteladanan Rosul Ulul Azmi. Masing -masing siswa mendapatkan satu buah kartu. Setiap siswa mencari pasangan siswa yang lain yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Siswa bisa bergabung dengan 2 atau 3 peserta didik lain yang memegang kartu yang saling berhubungan. Guru memberi penguatan dengan tanya jawab hal-hal yang belum dipahami siswa. Guru memberi tugas latihan soal materi terkait.

Kelebihan metode pembelajaran make a match menurut Aris Shoimin, (2013:99) sebagai berikut: dapat meningkatkan aktifitas belajar peserta didik baik secara kognitif maupun fisik. Karena ada unsur permainan dalam metode ini karena menyenangkan bagi peserta didik. Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan haasil belajar peserta didik.

Efektif sebagai sarana melatih keberanian peserta didik untuk tampil presentase. Efektif melatih kedisiplinan peserta didik menghargai waktu untuk belajar. Kerja sama antara peserta didik terwujud dengan dinamis. Munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh peserta didik.

Baca juga:   Cara Menemukan Gagasan Pokok dalam Suatu Paragraf

Adapun kelemahan dari metode pembelajaran make a match menurut Aris Shoimun (2013; 100) sebagai berikut : jika strategi ini tidak dipersiapkan dengan baik, akan banyak waktu yang terbuang. Pada awal penerapan metode ini, banyak peserta didik yang malu untuk berpasangan dengan lawan jenisnya. Jika guru tidak mengarahkan peserta didik dengan baik, akan banyak peserta didik yang kurang memperhatikan pada saat presentase pasangan. Guru harus hati-hati dan bijaksana saat memberi hukuman kepada peserta didik yang tidak mendapat pasangan, karena mereka malu. Jika menggunakan metode ini, secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan.

Penggunaan metode make a match di kelas V SDN 01 Rembul terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keteladanan Rosul Ulul Azmi. Metode ini efektif karena siswa menjadi lebih aktif, kreatif dan senang dalam kegiatan pembelajaran. Namun ada yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan metode make a match ini yaitu harus dipersiapkan dengan matang, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan hasil belajar siswa mencapai maksimal. (pg1/lis)

Guru PAI SDN 01 Rembul, Kec.Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya