Metode Repetition Tingkatkan Kemampuan Menulis Siswa

Oleh : Arrie Setianingsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kelas satu Sekolah Dasar adalah kelas awal dalam menanamkan konsep keterampilan membaca dan menulis. Guru kelas awal harus dapat membimbing siswanya bagaimana menulis secara benar dan rapi. Mungkin di rumah atau di TK mereka sudah belajar menulis namun ketrampilan itu tanpa dasar kaidah bahasa yang benar hanya berdasar sesukanya siswa. Masa pra-sekolah anak sedang berkembang kemampuan mengidentifikasi tentang ukuran, bentuk dan warna.

Siswa pra-sekolah hanya belajar tentang cara memegang alat tulis, mengenal huruf, angka, warna dan menulis sesuai kesenangan mereka. Psikomotorik mereka yang dikembangkan hanya tangannya luwes saat memegang alat tulis atau gambar. Mulai kelas satu Sekolah Dasar siswa baru diajari cara menulis sesuai kaidah bahasa yang benar. Untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa Kelas 1 SDN 2 Campurejo Kecamatan Boja Kabupaten Kendal penulis menggunakan metode repetition.

Metode Repetition adalah pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan siswa dengan cara memberinya tugas. Bila guru menjelaskan suatu unit pelajaran dengan diulang-ulang. Ingatan siswa tidak selalu tetap dan mudah lupa, maka perlu dibantu dengan mengulangi pelajaran yang sedang dijelaskan. Huda (2003) mengungkapkan pelajaran yang diulang akan memberikan tanggapan yang jelas dan tidak mudah dilupakan, sehingga dapat digunakan oleh siswa untuk memecahkan masalah.

Baca juga:   Seru-seruan Belajar Acak Kata dan Angka pada Matematika

Tahap-tahap penerapan metode repetition pertama kali guru membuat rencana konsep tulisan yang harus diberikan kepada siswa. Tugas ke satu itu berupa tulisan abjad dimulai dari i, n, m, u, c, e, a, o, d, b, p, dan g. Tugas kedua r, l, h, k, j, y, q, f, s, t, x, dan z. Huruf-huruf itu ditebalkan 20 kalinya dengan membacanya. Kemudian juga mencontohnya juga 20 kali. Ada petunjuk dengan diberi contoh tanda panah cara menggerakkan ujung pensil juga dengan membaca huruf tersebut. Melalui metode repetition 20 kali diharapkan akan tertanam dalam pikiran siswa huruf tersebut sehingga bisa menulis dan membacanya. Butuh peran orang tua dalam mendampingi siswa saat menulis karena pembelajaranya PJJ bukan dengan dituliskan oleh orang tua. Tugas Guru hanya mendesain tugas dan memantau hasil belajar siswa. Desain tulisan ini bisa orang tua fotokopi sebanyak mungkin sebagai tugas agar siswa agar terampil menulis huruf dan angka. Komunikasi yang baik antara guru, orang tua dan siswa jadi penentu keberhasilan metode repetition ini dalam PJJ.

Baca juga:   Pembelajaran Materi Contrastive Conjunction melalui Role Playing

Metode repetition menulis ini bisa juga diterapkan pada angka 1-10 mengenalkan angka kepada siswa, sehingga mereka dapat hapal dan mampu menuliskan tanpa mencontoh. Uji kemampuan siswa bisa orang tua lakukan dengan mendiktenya menulis huruf atau angka yang didiktekan. Setelah siswa bisa menulis dan membaca bisa dengan menggantinya dengan kartu huruf, angka dan kata. Jika siswa dikenalkan terus menerus mereka akhirnya akan hapal huruf, angka dan kata itu sehingga keterampilan membaca dan menulisnya akan meningkat.

Guru adalah dalangnya pendidikan. Dengan berbagai metode yang ada harus mencari metode yang paling mendasar dahulu yaitu metode repetition ini. Guru bisa memberi contoh melalui video cara menulis di udara dengan jari, menulis di buku dengan jari, cara memegang pensil yang baik, cara duduk yang baik saat menulis, jarak kepala dan buku juga harus diperhatikan. Setelah siswa sudah bisa lakukan dengan benar ajak mereka mengerjakan modul tugas repetition itu sampai tulisan siswa rapi dan terbaca. (pg1/ton)

Guru Kelas SDN 2 Campurejo Kec. Boja Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya