Membaca Paragraf Berhuruf Jawa melalui TPS Mekar

Oleh : Heru Ady Prasetyo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan berbahasa mencakup menyimak, menulis, berbicara, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Untuk mencapai keberhasilan yang tertuang pada kompetensi tertentu, guru harus kreatif mengemas materi yang akan disampaikan kepada peserta didik dengan metode dan media pembelajaran yang tepat guna.

Membaca paragraf berhuruf Jawa merupakan salah satu kompetensi dasar yang sulit dipahami dan dipraktikkan peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 6 Pemalang. Guru perlu kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi membaca paragraf berhuruf Jawa dengan metode serta media pembelajaran yang menarik agar peserta didik mudah memahaminya.

Sudjana dalam Narno (2013:50) mengemukakan dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pembelajaran senagai alat bantu mengajar. Thomdike (Arifin:2009) mengatakan belajar akan lebih berhasil apabila respon murid terhadap suatu stimulus segera diikuti perasaan senang atau kepuasan.

Anita Lie (2008:57) mengungkapkan, “Metode Think-Pair-Share (TPS) memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Dalam metode Think-Pair-Share ini akan dibentuk kelompok-kelompok berpasangan (beranggotakan 2 siswa).”

Sadiman dalam Narno (2013 : 500) mengatakan media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio visual serta peralatanya. Media kartu jawa merupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat menunjang lancarnya komunikasi antarguru dan siswa atau antara siswa dengan siswa.

Baca juga:   Pemanfaatan Potensi Lokal sebagai Media Pembelajaran PJOK di Era Pandemi

Metode Think Pairs Shared dengan kolaborasi media kartu ini semoga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran bahasa Jawa pada kompetensi dasar membaca paragraf berhuruf Jawa sesuai kriteria ketuntasan minimal baik secara klasikal maupun individu peserta didik. Model pembelajaran TPS Mekar ditujukan untuk mempermudah pemahaman peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 6 Pemalang pada materi membaca paragraf huruf jawa. TPS Mekar merupakan singkatan dari metode pembelajaran Think Pairs Shared berbantu media kartu Jawa.

Penggunaan metode TPS Mekar diharapkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam membaca paragraf berhuruf jawa diharapkan dapat meningkat. Langkah-langkah pelaksanaan metode TPS Mekar yaitu pertama guru membagi kelompok pasangan terdiri dari dua pasangan peserta didik. Kedua guru membagikan media kartu jawa terbuat dari potongan kertas asturo berwarna dengan ukuran 7 x 7 cm tertuliskan aksara legena beserta pasangan, aksara murda beserta pasangan dan sandhangannya pada tiap kelompok pasangan peserta didik. Ketiga guru menyampaikan materi pembelajaran, keempat guru memberikan satu kasus atau persoalan kepada peserta didik tentang materi paragraf berhuruf Jawa, kelima kasus atau persoalan tersebut peserta didik diarahkan harus berpikir (think) sendiri untuk mengatasi masalah yang diberikan guru. Keenam setelah itu peserta didik diminta berpasang-pasangan (pairs) dengan teman sebangkunya untuk saling mengutarakan pendapatnya.

Baca juga:   Pembelajaran Praktik Kultur Pakan Alami di Masa PJJ

Ketujuh setelah mereka saling berinteraksi menyatukan ide maka setiap kelompok harus berbagi (share) dengan teman sekelasnya tentang hasil kerja kelompok mereka dengan mempresentasikan di depan kelas.

Pelaksanaan KBM pada pembelajaran membaca paragraf berhuruf Jawa menggunakan metode TPS Mekar (think pairs shared berbantu media kartu jawa) pada peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 6 Pemalang, diketahui aktivitas dan hasil belajar meningkat sesuai KKM dan tujuan pembelajaran tercapai pada kompetensi dasar tersebut.

Penulis menarik kesimpulan metode pembelajaran TPS Mekar (think pairs shared berbantu media kartu jawa) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca paragraf Jawa pada kelas VIII SMP. Proses kegiatan belajar mengajar tidak konvensional, menarik, interaktif serta meningkatkan tingkat kepercayaan diri peserta didik. (pg1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMPN 6 Pemalang, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya