BK Komprehensif di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Imam Hadi Ismanto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 merupakan krisis kesehatan yang saat ini melanda seluruh dunia dan berdampak krisis di segala sendi kehidupan manusia. Dari sendi pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan. Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pemerintah mengimbau kepada instansi sekolah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa harus tatap muka dengan guru secara langsung. Sama halnya pada guru mata pelajaran, pandemi ini juga membatasi ruang gerak pada guru BK (Bimbingan dan Konseling) untuk memberikan layanan BK komprehensif.

Layanan BK komprehensif merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada setiap peserta didik agar dapat mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin. Adapun dalam layanan BK komprehensif dikemas dalam empat komponen, yaitu kurikulum bimbingan, layanan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem (Gysbers dan Henderson, 2006). SMAN 1 Ulujami yang letak geografisnya tiga kilometer dari tepi laut, kondisi sosial ekonomi orang tua sebagian berprofesi sebagai nelayan, buruh, petani.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi Belajar melalui Teknik Permainan Edukatif

Banyak kendala yang dihadapi oleh peserta didik. Kendala dari keterbatasan ekonomi orang tua tentu saja menjadi kendala pada fasilitas/kepemilikan gawai (HP), belum lagi kuota yang harus tersedia untuk menunjang kelancaran pembelajaran secara daring. Di samping itu juga ada beberapa siswa di sela-sela waktu kegiatan PJJ ditengarai bekerja di konveksi, menjaga counter HP, jualan jajan kecil-kecilan, dan bahkan ada juga yang menjadi sebagai ojek online.

Beberapa guru mata pelajaran juga mengeluh ketidakaktifan siswa dalam mengikuti PJJ. Materi pelajaran dan tugas yang diberikan melalui aplikasi pembelajaran jarak jauh menjadi kendala selama ini dan bahkan tugas-tugas pun tidak disampaikan ke guru mata pelajaran tertentu. Dari sinilah peran guru BK berkolaborasi dengan wali kelas melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk menggali kendala/hambatan yang dihadapi oleh siswa tersebut. Kegiatan kunjungan rumah (home visit) adalah bentuk dari komponen layanan responsif. Banyak orang tua siswa yang belum tahu sistem pembelajaran di masa pendemi ini. Kolaborasi dengan orang tua siswa juga harus dilakukan oleh guru BK demi memberi pemahaman PJJ. Melalui aplikasi pembelajaran yang telah disepakati bersama oleh guru dan siswa diharapkan dapat tercapai tujuan belajar pada masa pandemi ini.

Baca juga:   Belajar Menyenangkan dengan Snowball Throwing Tingkatkan Hasil Belajar Sejarah

Pemerintah desa juga bisa berperan sekali dalam mewujudkan PJJ, yakni bisa dilakukan dengan cara memfasilitasi Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) bagi warganya. Di antaranya pemerintah desa bisa menyediakan hot spot area yang strategis, menyediakan komputer di tempat tertentu untuk mendukung PJJ bagi warganya. Ini juga salah satu perwujudan dari komponen dukungan sistem, di samping kegiatan manajerial dari sekolah dan pengembangan keprofesian guru BK. Hal ini bisa meringankan beban siswa yang memang terkendala kepemilikan gawai (HP) atau keterbatasan kuota untuk menunjang PJJ.

Semua elemen di atas saling bahu-membahu demi menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan sendi pendidikan yang merupakan manivestasi kehidupan manusia di masa yang akan datang. Semoga pandemi ini, kita bisa melewati dan kembali di kehidupan seperti sebelum pandemi Covid-19 datang. (pg1/ton)

Guru BK SMAN 1 Ulujami

Author

Populer

Lainnya