Peningkatan Kecakapan Akademik Matematika dengan Reciprocal Teaching

Oleh : Sukardi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan aljabar, analisa, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama (Depdiknas, 2006). Kompetensi tersebut diperluakan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.

Bertolak dari hal tersebut, diperlukan suatu sitem pendidikan yang membekali peserta didik dengan kecakapan hidup, yaitu kemampuan dan keberanian menghadapi problema kehidupan, kemudian secara aktif dan kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya. Pendidikan ini dikenal dengan istilah Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill).

Baca juga:   Pelajaran Seni Tari pada Pelajaran Seni Budaya

Selama ini di SMP Negeri 2 Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Luas dan Volume Bangun Datar Kelas VIII masih menjadi pelajaran yang kurang menarik bagi siswa di sekolah. Beberapa penyebabnya adalah bahan kajian matematika yang bersifat abstrak dan sistem pelajaran yang monoton. Guru menerangkan dan siswa mendengarkan kemudian diberi latihan soal. Hal ini mengakibatkan kurangnya kecakapan akademik siswa karena kurang aktifnya siswa.

Langkah-langkah pembelajaran reciprocal teaching dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: Pertama, pada awal pembelajaran guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen. Guru menjelaskan tentang pembelajaran dengan reciprocal teaching yang terdiri atas empat strategi yaitu bertanya (question generating), mempredisi (predicting), menjelaskan (clarifiying), dan merangkum(summarizing). Guru menjelaskan bagaimana membuat atau menjawab pertanyaan, memprediksi, menjelaskan dan menjawab. Kedua, setelah siswa mengerti, siswa menerapkan keempat strategi tersebut secara mandiri selama pembelajaran berlangsung. Ketiga, salah satu siswa dalam kelompok ditunjuk untuk menjadi “guru” yang bertanggungjawab meminpin diskusi dalam kelompoknya dan yang akan menjelaskan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Sedangkan guru sebagai fasilitator berperan aktif dalam membimbing dan membantu siswa agar lebih pandai menggunakan strategi pembelajaran. Keempat, selama diskusi berlangsung, siswa-siswa yang lain biasa memberikan komentar yang bisa memperkaya dan memperdalam pemahaman mereka. Kelima, guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain untuk mema tau diskusi dari tiap kelompok. Guru juga memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memperkaya diskusi. Keenam, sebagai penutup, guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.

Baca juga:   Tingkatkan Belajar Bilangan Berpangkat dengan STA

Dari hasil pembelajaran bahwa akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model reciprocal teaching pada materi Luas dan Volume Bangun Datar adalah tinggi. Pemberian masalah yang realistik dan relevan dalam Lembar Kerja Siswa memungkinkan siswa untuk lebih mudah dalam merumuskan hipotesis atau solusi dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan. (pg1/ton)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya