Motivasi Belajar Matematika dengan Belajar Pengalaman

Oleh : Fazatun Azizah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003).

Oemar (2009) mengatakan belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Pengalaman cukup penting pengaruhnya dalam proses belajar. Berlaku juga siswa SDN 1 Cipawon dalam pembelajaran memahami isi dari materi. Dengan pengalaman, siswa mudah memahami isi dan tujuan pembelajaran karena siswa pernah mengalami, mengaplikasikan memahami pembelajaran.

Pada proses belajar mengajar, setiap guru mengharapkan siswa mencapai hasil maksimal, tetapi seringkali terjadi hal sebaliknya. Penyebab rendahnya hasil belajar adalah tidak dilibatkannya siswa dalam proses membangun suatu konsep dari mengamati fakta interaksi langsung dengan bahan ajar, alat dan bahan percobaan.

Siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran, terbukti ketika siswa dibagi secara berkelompok terlihat hanya satu atau dua orang yang aktif setiap kelompok dan siswa jarang memperhatikan dengan seksama saat guru menjelaskan, terlihat tidak ada dorongan yang kuat dalam kebutuhan belajar siswa.

Pembelajaran dominan terfokus pada guru dan guru kurang melakukan variasi model dan metode pembelajaran. Sehingga semakin mendukung kepasifan siswa dalam pembelajaran dimana guru hanya menjelaskan di depan kelas. Dari langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru ini menunjukkan interaksi guru dan siswa terlihat lemah dikarenakan guru masih menggunakan pembelajaran konvensional.

Baca juga:   Menuju Sekolah Efektif

Proses belajar edukatif, berpusat pada pelajar berorientasi pada aktivitas. Pembelajaran berbasis pengalaman adalah cara yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan melalui kegiatan membingkai mengaktifkan dan refleksi pada pengalaman.

Untuk memahami belajar matematika, akan bermakna dan memudahkan siswa apabila pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara langsung sehingga diperlukan suatu pengelolaan pembelajaran melalui penerapan model yang sesuai untuk mengaktifkan siswa dalam belajar.

Suherman (2003) mengatakan, “Matematika adalah disiplin pemikiran dan prosedur pengolahan logika, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.”

Model pembelajaran yang mendukung siswa menekankan kegiatan berpusat pada siswa mengoptimalkan potensi siswa menjadi sikap yang diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Model pembelajaran berbasis pengalaman. Kolb dalam Silberman (2014) menjelaskan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) adalah suatu model pembelajaran yang mengaktifkan pembelajaran untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya secara langsung atau belajar melalui tindakan.

Menurut Hamzah B. Uno (2011), “Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut antara lain adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.”

Baca juga:   Metode Studysaster Efektif dalam Pembelajaran Daring

Proses pembelajaran matematika dipengaruhi motivasi belajar, maka guru dituntut mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif. Penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman membutuhkan persiapan dalam waktu yang lama.

Olehnya itu, perlu adanya kesiapan pendidik untuk memaksimalkan waktu pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai, dengan menambah materi pelajaran supaya menemukan interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar dalam mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.

Siswa yang diajar dengan model pembelajaran pengalaman memiliki hasil belajar matematika yang lebih tinggi dan memberi pengaruh positif terhadap hasil belajar dibandingkan menggunakan model pembelajaran langsung. Berarti jika siswa mempunyai motivasi belajar tinggi. (btj2.2/lis)

Guru SD Negeri 1 Cipawon

Author

Populer

Lainnya