Demonstrasi Memudahkan Siswa dalam Pembelajaran Materi Haji

Oleh: Istikharoh, S.Pd.I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU merupakan komponen penting dan utama dalam pembelajaran. Selain memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam bidangnya, seorang guru juga selayaknya harus memiliki keterampilan dalam mengajar. Oleh karena itu sudah menjadi tugas guru mampu menggunakan berbagai gaya dan metode pembelajaran untuk membantu para siswa memperkuat pemahamannya. Dan menjamin setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam belajar (Suyono : 2011).

Dewasa ini metode pembelajaran aktif (active learning) sangat diminati dalam proses pembelajaran karena mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, dan dapat menjadi upaya untuk mengaktifkan siswa di dalam kelas. Salah satu metode active leraning yang sering digunakan ialah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan penyajian pembelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan (Abdul Majid : 2011).

Dalam hal penyajian, metode demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan lisan oleh seorang guru, meskipun pada pelaksanaannya peran siswa lebih banyak memperhatikan dan menunggu arahan dari guru, namun metode demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran menjadi lebih kongkrit dan realistis. Metode ini cocok digunakan untuk pembelajaran bersifat praktik, salah satunya ialah pembelajaran haji.

Baca juga:   Bermain Parafin untuk Menemukan Faktor-Faktor pada Tekanan

Haji merupakan rukun Islam yang kelima, sehingga termasuk ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam ( bagi yang mampu ), maka ketika berbicara tentang ibadah tentu tidak lepas dari tata cara pelaksanaan. Materi haji termasuk pembelajaran yang tidak dapat dihadirkan secara langsung dihadapan siswa, karena waktu dan tempat pelaksanaan yang sudah ditentukan. Maka dalam pelaksanaan pembelajaran haji diperlukan metode yang tepat, agar siswa benar-benar mampu memahami materi tersebut dengan baik. SMP Negeri 2 Tirto Kabupaten Pekalongan merupakan sekolah yang dalam proses pembelajaran kerap menggunakan metode pembelajaran aktif (active learning). Salah satunya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti kelas IX. Ketika masuk pada materi haji, guru memilih menggunakan metode demonstrasi atau di sekolah lebih dikenal dengan manasik haji.

Metode yang lebih dikenal dengan manasik haji ini, diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tirto Kabupaten Pekalongan, yang pelaksanaannya dilakukan di halaman sekolah yang sudah di tata sedemikian rupa sehingga mirip dengan keadaan di Mekkah. Dalam kegiatan ini menggunakan miniatur ka’bah yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Tirto Kabupaten Pekalongan, dan dipandu langsung oleh Pengawas PAIS dan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 2 Tirto. Dalam persiapan kegiatan tersebut, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Sebelum pelaksanaan kegiatan manasik haji, seluruh siswa diberi pengarahan tentang tata cara manasik haji dan cara menggunakan pakaian ihram yang benar oleh Pengawas PAIS dan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Perencanaan Bisnis dengan Model Demonstrasi dan Presentasi

Pelaksanaan metode demonstrasi dalam pembelajaran haji pada siswa ini diselenggarakan dalam rangka mengenalkan tata cara pelaksanaan haji agar siswa lebih memahami dan menyerap suatu pembelajaran dengan baik. Karena siswa dapat memperagakan apa yang sudah dipelajari dikelas. Selain itu juga berdampak pada antusiasme belajar siswa. Karena selain belajar, mereka juga merasakan suasana rekreasi sehingga diharapkan siswa tidak jenuh dalam menerima materi pelajaran. (pg1/zal)

Guru SMPN 2 Tirto Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya