Belajar Menulis Teks Fiksi dengan Metode Picture and Picture

Oleh: Raudotul Jannah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengajar bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja. Namun juga mendidik. Konsep pembelajaran dalam perkembangannya memiliki cakupan penilaian pengetahuan keterampilan dan sikap. Maka mengajar dan mendidik adalah suatu kesatuan dalam pembelajaran. Keberhasilan mengajar sering dipengaruhi oleh media dan metode yang tepat dan menarik. Pembelajaran yang menarik menjadi salahsatu kunci keberhasilan guru dalam menyampaikan pembelajaran. Karena mampu membuat siswa gembira, tidak bosan, dan terangsang menggali lebih dalam suatu pengetahuan yang diikutinya.

Meskipun pada penerapannya itu tidak mudah sebagaimana dialami penulis di kelas VI SD Negeri Kebandungan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Masih terdapat siswa yang acuh tak acuh dan jenuh saat pembelajaran berlangsung. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk mewujudkan kelas yang menyenangkan dengan menerapkan metode picture and picture dalam materi teks fiksi di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Menurut Agus Suprijono (2009:110), model pembelajaran picture and picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Model pembelajaran apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif setiap pembelajaran harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda dan selalu menarik minat peserta didik. Kreatif, setiap pembelajarnya harus menimbulkan minat kepada peserta didik untuk menghasilkan sesuatu atau dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan metoda, teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh dari proses pembelajaran.

Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan power point atau aplikasi Android.

Baca juga:   Mudahnya Menulis Teks Eksemplum Menggunakan Media Gambar

Prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif picture and picture adalah setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. Setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. Setiap anggota kelompok harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. Setiap anggota kelompok akan dikenai evaluasi. Setiap anggota kelompok berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan setiap anggota kelompok akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Materi pembelajaran teks fiksi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI memuat kompetensi dasar ranah pengetahuan menelusuri tuturan dan tindakan tokoh serta penceritaan penulis dalam teks fiksi dan ranah keterampilan menyampaikan penjelasan tentang tuturan dan tindakan tokoh serta penceritaan penulis dalam teks fiksi secara lisan, tulis, dan visual. Materi pembelajaran ini memiliki indikator capaian belajar bahwa siswa mampu menggambarkan tokoh utama berdasarkan cerita fiksi yang mereka baca, dan dkembangkan dengan menggunakan imajinasi mereka dan siswa mampu menjelaskan tokoh utama dalam karangan fiksi secara lisan, tulisan, dan menggambarkannya di dalam sebuah gambar sederhana dengan percaya.

Langkah-langkah dari pelaksanaan model pembelajaran picture and picture dalam materi teks fiksi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI sebagai berikut: pertama, guru melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Kedua, memberikan materi pengantar sebelum kegiatan. Brainstorming yang mengarah ke materi utama teks fiksi. Penyajian materi bisa dengan ilustrasi media gambar, Youtube atau permainan yang memotivasi untuk belajar. Ketiga, guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan berkaitan dengan teks fiksi. Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru.

Baca juga:   Serunya Belajar Pemeliharaan Diri dengan Metode Reciprocal Teaching

Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video online Youtube. Keempat, guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada menjadi cerita fiksi. Kelima, guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar. Langkah terakhir, guru menyampaikan evaluasi pembelajaran dan kesimpulan. Untuk mengukur dan mengetahui tingkat pemahaman secara keseluruhan.

Kelebihan model pembelajaran picture and picture pada materi pembelajaran teks fiksi ini menurut pengamatan penulis bahwa siswa lebih cepat menangkap materi ajar, karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa, karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada. Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar. Dan, pembelajaran lebih berkesan. Sebab, siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru.(pg1/aro)

Guru Kelas VI SD Negeri Kebandungan, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya