Tutor Sebaya Dapat Membantu Memahami Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika mulai zaman dulu sejak saya kecil sampai sekarang masih merupakan pelajaran yang kurang disukai, tidak diminati oleh sebagian anak. Banyak alasan yang diutarakan. Misalnya, sulit, banyak rumusnya, tidak bisa langsung ketemu jawabannya alias berbelit-belit dan masih banyak alasan yang lain.

Bahkan ada yang hanya ikut-ikutan temannya tidak senang pada matematika. Karena kekurangsenangan pada pelajaran matematika, bisa merembet pada tidak senang pada gurunya. Dalam bahasa Jawa bisa dikatakan “Ora seneng pelajarane karo gurune“. Jadi guru dan pelajarannya tidak disukai.

Untuk menghilangkan rasa ketidaksenangan itu memang tidak mudah, harus ada pendekatan dan perhatian dari banyak pihak. Di antaranya dari teman-temannya sendiri. Di antara mereka harus berbagi, saling membantu, dan saling pengertian, di sini saling pengertian dimaksudkan kalau yang merasa sudah bisa membantu yang belum bisa dengan cara menjelaskan atau menerangkan temannya yang belum bisa atau belum jelas. Dalam hal ini tutor sebaya.

Kesan anak memang kadang dengan guru mata pelajaran matematika itu galak dan sangar, sehingga di dalam mengikuti pembelajaranpun mereka selalu waswas. Jangan-jangan nanti ditunjuk untuk mengerjakan, kalau belum selesai atau belum benar karena belum bisa nanti dimarahi. Padahal kalau temannya tahu belum bisa atau hasil pekerjaanya salah, akan malu.

Baca juga:   Role Playing pada Pembelajaran PAI

Kadang ada anak yang hanya diam saja, sehingga guru bingung apakah anak itu sudah jelas atau belum. Disuruh bertanya tidak bertanya, kalau ganti ditanya tidak menjawab, disuruh mengerjakan juga tidak mengerjakan, mungkin karena takut akan banyak hal.
Untuk nenghilangkan hal-hal di atas tutor sebaya lah yang cocok untuk salah satu model pembelajaran matematika. Anak-anak tertentu yang sudah jelas dan sudah bisa menyelesaikan soal matematika. Hasil pekerjaannya kita koreksi dulu kalau sudah benar, dalam satu kelas kita bagi kelompok sebanyak anak yang mengerjakan benar tadi. Dengan harapan dari setiap kelompok sudah ada yang bisa. Sehingga bisa menjelaskan atau menerangkan temannya yang belum jelas. Diharapkan kalau dengan teman mereka bisa berkomunikasi dan bertanya dengan tidak ada rasa malu atau takut seperti kalau yang menerangkan guru. Itupun untuk materi-materi tertentu yang hanya beberapa anak yang sudah bisa, tidak berlaku bila materi matematikannya mudah dan sudah dikuasai oleh hampir setiap anak.

Kelebihan-kelebihan pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya di antaranya untuk anak yang menjadi tutor bisa berlatih keberanian berbicara di depan temannya, mengemukakan pendapat. Berani menjelaskan atau menerangkan pelajaran yang dia sudah kuasai. Mendapat motivasi untuk lebih giat belajar agar bermanfaat bagi teman-temannya karena bisa membantu.

Baca juga:   Bermain Kartu Huruf Memudahkan Anak Bisa Membaca

Manfaat untuk yang belum bisa, tidak takut untuk bertanya bila ada yang belum jelas atau kalau mengerjakannya masih salah. Bisa langsung bertanya cara-cara yang digunakan tutornya cara belajar yang digunakannya, menjadi motivasi untuk belajar agar bergantian menjadi tutor tidak yang selalu ditutori terus. Itu semua merupakan kelebihan-kelebihan dari pembelajaran matematika dengan pendekatan tutor sebaya. (ti1/lis)

Guru Matematika SMP N 7 Salatiga

Author

Populer

Lainnya