Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Outclass Learning

Oleh : Dra Sosiatun M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, INDONESIA berada di wilayah cincin api Pasifik yang mempertemukan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Itulah sebabnya Indonesia sangat rawan terjadi bencana, terutama gempa bumi, letusan gunung api, hingga tsunami.

Menurut data BMKG tahun 2020, sekitar 90 persen dari bencana di dunia dan 80 persen bencana besar terjadi di wilayah cincin api ini. Gempa bumi merupakan bencana yang sangat dahsyat, sehingga mengakibatkan banyak korban, baik nyawa, harta, dan tenaga untuk pertolongan.

Menurut Sri Anindiati Nursastri (2019) sepanjang tahun 2019 Indonesia telah mengalami gempa bumi sebanyak 11.573 kali dalam berbagai magnitude dan kedalaman. Melihat fenomena mengerikan ini, maka pembelajaran geografi khususnya materi struktur bumi dan dinamikanya sebagai ruang kehidupan sangat penting untuk dipahami siswa agar dapat melakukan mitigasi bencana sedini mungkin baik secara mandiri dan kolektif.

Namun pembelajaran geografi pada materi ini sangat rendah dikuasai. Hal ini tampak pada perolehan nilai ulangan siswa yang masih di bawah KKM. Beberapa factor penyebabnya, 1) rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran geografi. Dan 2) penggunaan metode belajar yang didominasi ceramah.

Baca juga:   Meningkatkan Motivasi Belajar Daring pada Siswa SMA

Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran ini, guru perlu melakukan kreativitas. Di antaranya adalah memasukkan pelaksanaan outclass learning (pembelajaran di luar kelas) ke Situs Geologi Karangsambung, Kebumen. Pembelajaran ini memiliki banyak keuntungan, di antaranya, pikiran para siswa menjadi lebih jernih, lebih menyenangkan dan variatif, dapat memahami lingkungan secara lebih riil, siswa akan mengenal dunia nyata yang lebih luas, tertanam keyakinan bahwa lingkungan alam bisa sebagai kelas, wahana belajar menjadi sangat luas, serta kerja otak menjadi lebih rileks.
Dengan mengunjungi situs Karangsambung, siswa membuktian secara langsung adanya fakta pengangkatan batuan dasar samudera ke permukaan bumi. Adapun beberapa tempat yang membuktikan hal tersebut, 1) Kali Muncar (menampilkan lava berbentuk bantal, yang berdampingan dengan batu rijang dan batu gamping merah). 2) Kali Brengkok (menampilkan batuan sekismika, yakni tanah dasar pulau Jawa). 3) Bukit Padang Gelagah (terdapat Kampus Geologi Lapangan LIPI). 4) Gunung Parang (menampilkan magma yang keluar ke permukaan, namun membeku sebelum menjadi gunung). Dan 5) Bukit Waturanda dan Gunung Brujul (menampilkan batu pasir kasar dan dengan fragmen batu andesit, yakni produk gunung api yang mengendap di dasar laut).

Baca juga:   PJJ Ikatan Kimia dengan Aplikasi Screen Recording Office 2016

Pembelajaran Geografi dengan mengunjungi Situs Geologi Karangsambung mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang struktur dan dinamika bumi sebagai ruang kehidupan. Terpenting adalah tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya mitigasi bencana bagi para pelajar. Pembelajaran Geografi secara klasik yang dilakukan dengan ceramah telah membuat para siswa menjadi kurang semangat dan kurang bermakna. Kondisi ini berbeda bila para siswa diajak guru untuk out class learning dengan mengunjungi Situs Geologi Karangsambung.

Dengan pembelajaran ini, guru dapat memfasilitasi para siswa untuk melakukan pengalaman belajarnya sendiri secara langsung, membangun proses kognitifnya dengan melakukan assimilation (pengintegrasian data baru), accommodation (penyesuaian dengan informasi lama) dan equilibration (proses penyerapan informasi yang terjadi secara berlanjut) yang selanjutnya berdampak pada tumbuhnya kesadaran mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tidak ada lagi siswa yang mengeluh bila pembelajaran geografi. (kb4/ida)

Guru Geografi SMAN 3 Demak

Author

Populer

Lainnya