Critical Incident dalam Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Oleh : Dra Muni’ah, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Aktivitas menulis merupakan suatu bentuk manifestasi kompetensi yang paling akhir dikuasai pembelajar bahasa setelah kompetensi mendengarkan, berbicara dan membaca (Nurgiyantoro, 2014:422). Lebih lanjut dijelaskan bahwa dibandingkan dengan ketiga kompetensi pembelajaran bahasa ternyata kompetensi menulis lah yang dianggap paling sulit dikuasai siswa.

Dalam pembelajaran menulis, siswa masih kurang berminat. Menulis dianggap pelajaran yang sangat sulit, khususnya menulis cerpen. Hal ini disebabkan strategi pembelajaran yang tidak berorientasi pada siswa, sehingga siswa merasa jenuh. Padahal dalam menulis membutuhkan suasana yang nyaman dan tenang sehingga ide-ide yang ada dapat mengalir dan dibutuhkan pula strategi pembelajaran yang bisa membangkitkan semangat siswa dalam menulis. Hal ini juga dialami siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Demak, terutama dalam menulis cerpen.

Strategi critical incident adalah suatu strategi pembelajaran yang mendorong pembelajaran aktif dan mengajak siswa belajar mengkritisi pengalaman penting yang tidak pernah terlupakan. Strategi ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman yang tidak pernah terlupakan dan juga dikaitkan dengan materi (Zaini, 2008:2). Dengan pengalaman pribadi, siswa dapat lebih mengembangkan ide kreatifnya sesuai dengan pengalaman yang dia miliki.

Baca juga:   Blanded Learning, Solusi Pembelajaran Era Tansisi Pandemi Covid-19

Strategi critical incident digunakan untuk memulai pembelajaran, dengan tujuan untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka. Critical incident dapat diartikan sebagai kejadian penting, pengalaman yang membekas dalam ingatan. Belajar dengan menggunakan strategi ini bertujuan untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran dengan merefleksikan pengalaman mereka.

Pembelajaran menulis cerpen melalui strategi critical incident dengan pengalaman pribadi diawali dengan guru menyampaikan kepada siswa topik atau materi yang akan dipelajari dalam pertemuan. Setelah itu guru memberikan kesempatan beberapa menit kepada sisa untuk mengingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada. Guru mencoba untuk memotivasi siswa dengan menanyakan kembali pengalaman yang tidak terlupakan kepada siswa.

Melalui kegiatan mengingat kembali pengalaman tak terlupakan, siswa dapat memberikan informasi, pengetahuan, dan menambah kosa kata yang nantinya dapat dikembangkan dalam bentuk tulisan. Mengembangkan topik menjadi sebuah karangan akan menumbuhkan imajinasi, kreativitas, memudahkan siswa dalam menuangkan ide-ide, gagasan menjadi kata-kata yang dituangkan dalam bentuk cerpen.

Dengan pengalaman pribadi, siswa dapat lebih mengembangkan ide kreatifnya sesuai pengalaman yang dia miliki. Strategi critical incident adalah belajar mengingat kembali peristiwa yang pernah dialami atau dijumpai sendiri kemudian dikaitkan dengan materi bahasan. Topik pembelajaran biasanya ditentukan oleh guru, dengan tugas utama siswa adalah mengingat kembali pengalaman penting yang dialami oleh siswa baik yang dijumpai atau dialami sendiri. Dengan demikian, pembelajaran yang berlangsung menjadi inovatif dan menyenangkan dan semua siswa ikut terlibat aktif dalam setiap pembelajaran.

Baca juga:   Menulis Teks Drama dengan Media Komik Kosongan

Strategi critical incident diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi siswa agar lebih kreatif menulis, khususnya menulis cerpen. Siswa diharapkan dapat mengubah pandangan tentang menulis sebagai pembelajaran yang membosankan menjadi sebuah pembelajaran yang menyenangkan. (kb4/ton)

Guru Bahasa Indonesia MA Negeri Demak

Author

Populer

Lainnya