Pengembangan Materi Digital dengan Canva dan Flipbook

Oleh : Ratna Agustina, S. Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh yang masih terus berlangsung hingga saat ini menghadirkan berbagai tantangan bagi guru untuk terus mengembangkan diri. Salah satu hal yang menarik adalah masalah pengembangan materi pembelajaran digital (Digital Learning Materials).

Sumber belajar sebenarnya banyak tersedia di internet. Meskipun demikian berdasarkan angket yang didistribusikan penulis kepada siswa kelas IX SMPN 2 Salatiga, sebanyak 67,7% menyukai materi yang diambil langsung dari internet, sisanya menyatakan tidak suka. Sebagian besar menyatakan karena materi cenderung membingungkan dan kurang fokus pada topic yang dipelajari. Perbandingannya, jika materi dibuat oleh guru sendiri sebanyak 94,7% menyatakan suka. Alasan utamanya karena materi lebih mudah dipahami, ringkas dan lebih fokus pada topik. Hal inilah yang memotivasi penulis untuk terus berupaya mengembangkan materi sendiri.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), penulis memanfaatkan aplikasi berbasis website, yaitu Canva (https://www.canva.com) dan Flipbook (https://fliphtml5.com/). Gabungan kedua aplikasi tak berbayar tersebut memudahkan penulis dalam menyusun materi digital yang menarik serta mudah diakses siswa.

Canva menyajikan pilihan desain yang sangat beragam, mulai dari poster, kartu hingga template presentasi. Dengan mudah desain, gambar, stiker dan tulisan yang ada bisa disesuaikan. Canva bahkan menyediakan template dasar dengan tema online learning dalam beberapa mata pelajaran.

Baca juga:   Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di SMP Negri 30 Semarang

Dalam penyusunan materi, penulis berusaha membawa atmosfer sekolah, seperti foto lingkungan, para guru dan karyawan sekolah, sehingga para siswa bisa melihat dan sedikit mencicipi suasana sekolah. Materi disusun secara ringkas, menggunakan kata kunci dan contoh langsung, mengingat kecenderungan anak-anak saat ini yang lebih visual dan praktis.

Apabila materi sudah selesai dibuat, Canva memberikan pilihan pengunduhan dalam bentuk PDF (Portable Document Format), gambar (JPG, PNG) maupun video (MP4, GIF). Pilihan gambar dapat dipakai langsung maupun untuk paparan presentasi (misalnya Microsoft PowerPoint atau Google Slides). Sedangkan pilihan PDF selanjutnya dapat digunakan dalam penyusunan materi dalam bentuk flipbook.

Flipbook (dalam hal ini https://fliphtml5.com/) menawarkan kemudahan bagi guru untuk mengubah bentuk PDF biasa menjadi bentuk digital yang lebih menarik. Siswa bisa mendapatkan sensasi seperti membuka lembaran-lembaran buku. Proses pembuatannya juga memakan waktu yang relatif singkat. Tentu koneksi internet yang baik menjadi persyaratan yang mutlak.

Hasil konversi yang sudah berwujud flipbook dapat didistribusikan melalui beberapa cara; dengan tautan (link), kode QR (QR code) atau disematkan (embed). Guru dapat membagikan tautan atau kode QR melalui media yang dipakai untuk pembelajaran. Demikian juga dengan kode HTML yang bisa disematkan secara langsung pada blog atau LMS yang dipakai seperti pada Prakasita Classroom, LMS berbasis Moodle yang dipakai di SMPN 2 Salatiga.

Baca juga:   Belajar Peristiwa Proklamasi dengan Role Playing

Selain untuk pemaparan materi, penulis juga memanfaatkan kedua fasilitas tersebut sebagai lembar latihan atau evaluasi. Dengan tampilan yang eye-catching (menyolok) dan judul yang tidak melulu berlabel tugas, diharapkan siswa akan lebih termotivasi dalam mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan. Judul seperti Caption This, Negrosa Snapshot Assignment, atau After Zoom Up tentu memberi nuansa yang berbeda bagi siswa. Pada akhirnya, kumpulan materi digital yang dibuat dapat menjadi portofolio baik bagi guru maupun siswa. (bw1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Salatiga

Author

Populer

Lainnya