MaM Sebagai Solusi Pemahaman Konsep Pembelajaran IPS

Oleh: Setyo Warih Anjari, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran harusnya berlangsung dalam suasana yang kondusif, terutama bagi siswa. Dalam pembelajaran telah lama dikembangkan model pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning), tetapi tentunya bukan sekedar menyenangkan, juga harus bermakna. Pembelajaran akan bermakna jika ada lesson point yang didapat oleh siswa bahkan juga guru pada tiap pembelajaran.

Banyak kendala yang dihadapi dalam penyampaikan materi pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Suruh, khususnya dalam memilih model pembelajaran, agar tidak membosankan. Kecenderungan proses pembelajaran berpusat pada guru, apalagi pembelajaran IPS merupakan mata pelajaran dengan materi yang sangat banyak sehingga siswa dituntut memiliki pemahaman yang lebih terhadap materi yang disampaikan guru. Pembelajaran yang bersifat monoton ini akan membosankan dan terus berlangsung apabila para guru hanya menggunakan metode yang konvensional (ceramah) saja.

Alternatif model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep IPS peserta didik adalah dengan menerapkan model MaM (Make a Match). MaM merupakan salah satu bentuk dari model pembelajaran kooperatif. Model ini telah dikembangkan oleh Curran (dalam Shoimin, 2014: 98). MaM adalah model pembelajaran belajar sambil bermain (mencari pasangan). Menurut Huda (2013:253) keunggulan dari model ini yaitu siswa dapat menggali konsep dan pengetahuan dalam suasana belajar yang menyenangkan. Dengan belajar sambil bermain akan membuat siswa termotivasi serta semangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan pembelajaran pun menjadi bermakna. Selain itu konsep dan topik yang dipelajari siswa akan bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga:   Metode Demonstrasi dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Materi Procedure Text

Model pembelajaran MaM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik saat mengikuti pembelajaran IPS yang dilihat dari ketercapaian indikator kinerja yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru atau peneliti terhadap siswa diperoleh hasil belajar dan mengetahui keaktifan siswa. Siswa menyukai penyampaian pembelajaran IPS dengan menggunakan model MaM yang dipergunakan oleh guru, didalam proses belajar mengajar siswa menunjukkan minat belajar yang tinggi. Hal ini dapat dilihat pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Siswa mendengarkan penyampaian materi yang diberikan oleh guru. Selain itu, dapat dilihat pula pada saat siswa tidak atau kurang mengerti tentang materi yang disampaikan, siswa langsung bertanya kepada guru.

Terakhir, model ini juga dapat menjadi alat evaluasi yang efektif bagi guru untuk mengukur apakah ide atau konsep penting yang baru saja diajarkan telah dikuasai oleh peserta didik atau belum. Model ini sangat efektif untuk mengukur pemahaman, aktifitas, dan sekaligus hasil belajar peserta didik. Keuntungan penerapan model MaM ini, guru akan mendapatkan peserta didik yang berani mengemukakan pendapat, dan memacu peserta didik untuk mendapatkan pemahaman konsep yang lebih mendalam serta tersimpan lama dalam ingatan peserta didik. Selamat mencoba. (bw1/ton)

Baca juga:   Belajar Matematika Masa Pandemi Menjadi Jelas dengan Mona

Guru IPS SMP Negeri 3 Suruh

Author

Populer

Lainnya