PJJ English by Whatsapp, Kenapa Tidak?

Oleh: Anik Handayani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, COVID-19 seakan tidak pernah berhenti menjadi topik perbincangan. Akibat pandemi yang hampir setahun melanda negeri ini menyebabkan perubahan dalam banyak hal, tak terkecuali bidang pendidikan. Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh atau yang kita kenal PJJ oleh pemerintah adalah salah satunya. PJJ menggantikan pembelajaran tatap muka karena diyakini bisa meminimalisir penyebaran dan penularan cofid-19. Tentu saja durasi pembelajaran lebih singkat, dari yang satu jam pelajaran 45 menit saat tatap muka menjadi 25 menit saat PJJ. Dengan berubahnya metode pembelajaran dari tatap muka ke PJJ tentu dibutuhkan suatu media atau alat. Hal ini sejalan dengan pendapat Michael Moore (2013) yang mengatakan bahwa PJJ merupakan bagian dari metode pembelajaran dimana pengajar dan pembelajar terpisah sehingga komunikasi antara keduanya harus difasilitasi dengan alat cetak, elektronik, mekanik atau lainnya.

Lantas media apa saja yang bisa digunakan untuk PJJ? Sebetulnya banyak media yang bisa digunakan dalam PJJ seperti Free Conference, Google Classroom, Google Meet, Microsoft Team, Whatsapp, Zoom, dsb. Namun guru harus memilih media yang tidak memberatkan siswa. Di sekolah tempat saya mengajar yakni SMA Negeri 1 Bodeh, sebagian besar guru mapel menggunakan google classroom, termasuk mapel bahasa inggris yang saya ampu. Karena respon siswa kurang begitu menyenangkan saat menggunakan aplikasi ini, saya ingin mencoba aplikasi lain yang lebih simple, murah dan mudah agar proses pembelajaran jarak jauh mapel bahasa Inggris tetap berjalan dengan baik. Aplikasi yang saya pilih adalah whatsapp.

Baca juga:   Belajar Fisika selama PJJ dengan Praktikum Mandiri Sederhana

Lantas bagaimana pelaksanaan PJJ bahasa Inggris menggunakan aplikasi whatsapp ini? Sebelum melaksanakan PJJ melalui whatsapp, tentunya guru harus membuat grup kelas dan memastikan seluruh siswa sudah bergabung di grup. Untuk komunikasi dengan siswa saat PJJ biasanya saya menggunakan rekaman suara/video berbahasa Inggris dengan harapan siswa melatih listening dan belajar pronounciation.

Langkah-langkah pelaksanaan PJJ melalui media ini sama dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yakni ada tiga. Pertama, guru memberikan pendahuluan berupa salam pembuka, memberi motivasi, menyampaikan apersepsi, berdoa dan mengingatkan agar siswa menyampaikan kehadirannya. Waktu dikegiatan pendahuluan ini kurang lebih delapan menit. Selanjutnya terjadi interaksi, siswa menjawab salam. Untuk menunjukkan kehadirannya, siswa diminta menuliskan nama dan mengatakan present disertai dengan emoticon tunjuk jari atau menggunakan voice note.
Kedua adalah kegiatan inti dengan durasi waktu kurang lebih 35 menit. Guru menyampaikan kepada siswa akan membagikan materi pelajaran, bisa berupa video, file atau PPT yang disertai dengan rekaman penjelasan dan meminta siswa untuk menyimak, membaca dan memahami. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan aktivitas ini. (Pemberian waktu disesuaikan dengan kebutuhan). Terjadi interaksi lagi, siswa memberikan respon dengan menjawab pernyataan guru.

Baca juga:   Tingkatkan Semangat Belajar Genetika dengan TTS Online

Ketiga, kegiatan penutup. Pada kegiatan ini guru menanyakan apakah siswa selesai mengerjakan instruksi guru atau belum, serta memberikan umpan balik terhadap apa yang dilakukan siswa. Siswa menjawab pertanyaan guru. Selanjutnya guru mengucapkan salam penutup dan mengingatkan perwakilan siswa agar mengisi link jurnal pemantauan belajar siswa online. Siswa menjawab salam penutup dari guru dan proses PJJ selesai. Secara umum proses PJJ bahasa Inggris melalui whatsapp yang saya lakukan seperti itu.

Jika diamati, saat PJJ bahasa Inggris melalui whatsapp ini, siswa lebih cepat memberikan respon. Bisa dikatakan komunikasi bisa berjalan lebih baik dibanding jika menggunakan google classroom. Saat ditanya merekapun akan memilih whatsapp dibanding google classroom saat PJJ. Namun demikan, penggunaan whatsapp yang mudah, murah dan cepat saat PJJ tetap memiliki kekurangan. Diantaranya saat mengecek kehadiran siswa memerlukan ketelitian dan waktu yang lebih lama karena guru harus membaca satu persatu nama siswa yang sudah menyatakan hadir. Belum lagi jika siswa mengirimkan tugas melalui pesan pribadi maka akan memenuhi laman whatsapp. Meskipun begitu, kekurangan yang ada tertutup dengan kelebihan yang dimiliki whatsapp sebagai alternatif media PJJ. So, kenapa tidak mencobanya. (pg1/zal)

Guru SMAN 1 Bodeh, Pemalang

Author

Populer

Lainnya