Meningkatkan Minat Siswa Bercerita melalui Teknik Copy The Master

Oleh: Muhammad Imron Ardian, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang dituntut agar dikuasai oleh siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Akan tetapi, bukanlah perkara yang mudah bagi siswa untuk dapat menguasai kompetensi tersebut. Siswa yang tidak memiliki kegemaran membaca cerita fiksi, tentu akan kesulitan ketika diminta mengungkapkan gagasannya dalam bentuk cerita baik secara lisan, terlebih lagi dalam bentuk tulisan. Pada umumnya, siswa yang gemar membaca fiksi akan mempunyai lebih banyak referensi yang dapat ia gunakan untuk mengerjakan tugasnya yaitu bercerita fantasi secara lisan maupun tertulis.

Maraknya penggunaan gawai (gadget) di kalangan anak-anak berkontribusi pada hilangnya kegemaran anak untuk membaca. Mereka cenderung lebih banyak menggunakan gawainya untuk bermain game online atau bermedia sosial, meskipun ada juga anak-anak yang menggunakannya untuk membuka situs-situs yang memuat cerita fiksi atau komik seperti webtoon. Namun, ketika mereka diminta membaca cerita di buku pelajaran yang disediakan sekolah akan menjadi permasalahan tersendiri. Mereka sudah terbiasa dan merasa lebih nyaman bila membaca di gadget-nya karena lebih leluasa memilih dan mengganti cerita sesuka hati.

Baca juga:   Belajar Pemrograman Web dan Perangkat Bergerak dengan Peer Teaching

Begitu banyak permasalahan terkait dengan minat membaca pada siswa ini. Sehingga pada akhirnya ketika mereka diminta untuk menulis seringkali menemui kegagalan. Terlebih lagi apabila guru kurang memahami bahwa keterampilan menulis itu tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa, melainkan keterampilan nalar dan pengontruksian gagasan yang perlu pengembangan pikiran oleh siswa itu sendiri.

Permasalahan tersebut juga dialami pada pembelajaran menulis di SMP Negeri 3 Kedungwuni. Hasil pekerjaan siswa terkait keterampilan menulis ini belum sesuai yang diharapkan. Untuk itu, guru senantiasa berupaya agar dapat membangkitkan minat siswa membaca dan mahir menulis. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam pembelajaran kompetensi dasar menulis cerita fantasi, siswa disajikan dengan berbagai buku berisi cerita fiksi. Bila siswa kurang berminat dalam bentuk buku, mereka dipersilakan ke ruang komputer untuk menemukan sendiri cerita yang disukainya dengan menggunakan internet, baik dalam bentuk teks maupun film. Dengan demikian siswa lebih leluasa untuk menemukan ide cerita yang akan digunakan untuk menulis.

Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pengungkapan idenya, guru menerapkan teknik copy the master. Teknik copy the master adalah kegiatan meniru atau mencontoh master atau model dari seorang ahli (Marahimin, 2010). Maksudnya, dalam memproduksi tulisannya, siswa bisa meniru contoh yang dibaca, namun tetap ditekankan agar siswa menghindari plagiasi. Bagi siswa yang baru belajar menulis fiksi, teknik ini bisa sangat membantu mereka dalam menuangkan idenya dalam bercerita.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris Menyenangkan dengan Kuis (Cerdas Cermat)

Langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teknik copy the master sebagai berikut. 1) Siswa membaca tulisan yang menjadi model. 2) Siswa melihat isi dan bentuk tulisan dari model yang disajikan. 3) Siswa menganalisis dan membuat kerangka tulisan sesuai dengan model. 4) Siswa latihan menulis dengan meng-copy kerangka, ide, atau teknik penulisan dari tulisan yang menjadi model. Melalui penerapan teknik ini diharapkan siswa tidak lagi menganggap bahwa menulis itu adalah tugas yang sulit, dan tidak ada manfaatnya. Kuncinya terletak pada bagaimana upaya guru untuk membangkitkan minat siswa, terutama minat untuk membaca dan menulis, baik fiksi maupun nonfiksi. (pg1/aro)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya