Pembalajaran PJOK Menarik dengan Memanfaatkan Layanan Whatsapp

Oleh : Ahmad Mujib S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari peserta didik di masa pandemi Covid-19. Selain memberikan pengetahuan dan praktik untuk menjaga kesehatan, olah raga teratur dapat membentengi diri dari Covid-9 karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).
Sedangkan whatsapp (WA) merupakan aplikasi pesan instan di smartphone. Menurut Muhammad Awin Alaby (2020), WA lebih menggunakan paket data internet untuk bisa digunakan. Dan yang menjadi ciri khas dari aplikasi ini adalah adanya ukuran panjang pendeknya karakter serta batas besar video yang bisa dibagikan.

Dalam pelaksanaan pembalajaran jarak jauh (PJJ) PJOK, dapat menggunakan WA. Aplikasi WA menyediakan layanan video call berkelompok dengan peserta maksimal 8 orang. Selain itu WA mempunyai fitur forward yakni suatu layanan untuk mengirim atau melanjutkan ke teman yang lain, tanpa ribet membuka file di smartphone.

Pembelajaran dengan metode ceramah bisa dilakukan dengan video call group yang memungkinkan peserta didik dan guru bisa melakukan interaksi aktif dalam pembelajaran. Bahkan, guru dapat memberikan contoh lewat video yang diunggah maupun link yang diunggah dalam rangka memahamkan peserta didik dengan materi yang sedang dipelajari.

Baca juga:   Pendidikan Budi Pekerti Tingkatkan Kepribadian Siswa

Sedangkan penilaian dalam mata pelajaran (mapel) PJOK mengacu pada Permendikbud nomor 81A tahun 2013 bahwa sasaran pembelajaran mencakup pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dielaborasikan untuk setiap satuan pendidikan kurikulum 2013. Dengan mengembangkan dua modus proses pembelajaran yakni proses pembelajaran langsung dan tidak langsung. Setidaknya dua aspek penilaian yang perlu diperhatikan dalam PJJ adalah penilaian Kompetensi Inti (KI) 3 yakni pengetahuan, dan Kompetensi Inti (KI) 4 yakni keterampilan.

Dalam penilaian KI 3, guru bisa melaksanakan penilaian melalui link yang dibagikan dalam pemebaljaran atau menggunakan game yang dirancang untuk penialian PJOK. Menurut Ari Rosyadi (2020), bermain game dalam masa pandemi Covid-19 lebih disukai peserta didik. Karena dalam dunia game penuh dengan apresiasi, penuh pujian, riuh sorak sorai dukungan, dan selalu memotivasi agar kreatif dalam melewati rintangan dan hambatan, tidak mudah menyerah, mencoba terus menerus sampai berhasil,

Berkaitan dengan hal tersebut, guru bisa memanfaatkan aplikasi–aplikasi game yang disusun dalam rangka penilaian pengetahuan PJOK. Banyak aplikasi yang bisa dikembangkan untuk evaluasi melalui game, misalnya menggunakan kahoot, quizlet, quizizz, wordwall, educandy, oodlu, quizalize, bambozle, factile atau google form. Dengan aplikasi-aplikasi tersebut, siswa tak hanya tertarik belajarnya, tapi permainan dan evaluasinya juga. Sedangkan penialian KI 4, aspek ketrampilan, bisa dinilai dari video yang dikirim atau dibagikan oleh peserta didik melalui WA. Dengan melihat video, guru dapat menilai keterampilan materi PJOK sesuai dengan aspek–aspek penilaian dalam materi atau tidak.

Baca juga:   Mengatasi Kecanduan Game Online dengan Literasi

Artinya, penggunaan media pembelajaran WA pada mapel PJOK banyak manfaatnya. Pertama, sebagai sarana edukasi. WA bisa digunakan video call group maupun secara pribadi, bisa melakukan forward materi, baik tertulis, suara, maupun video. Kedua, sebagai sarana evaluasi pembelajaran yang mencakup KI3 aspek pengetahun maupun KI4 bisa dilakukan dengan memanfaatkan video yang di-forward ataupun di-share oleh peserta didik. Maka guru dapat menilai keterampilan peserta didik sesuai dengan aspek–aspek yang telah ditentukan. Ketiga, sebagai sarana komunikasi antara guru dan wali murid, guru dan peserta didik, serta wali murid dan sekolah/madrasah. (pg1/ida)

Guru MI Ma’arif Suren Gede, Kabupaten Wonosobo

Author

Populer

Lainnya