Menyelesaikan Fungsi Kuadrat dengan Pembelajaran TPS

Oleh : Sri Aryani S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENENTUKAN model pembelajaran yang efektif pada masa pandemi Covid-19 membutuhkan trik tersendiri. Mulai dengan menelisik ketersediaan handphone android yang dimiliki oleh siswa. Apalagi SMPN 4 Bodeh menerapkan pembelajaran daring, membentuk grup whatsapp (WA) untuk mata pelajaran (mapel) maupun khusus kelas, menyiapkan administrasi pembelajaran sampai dengan menyiapkan strategi jitu pada setiap kompetensi dasar (KD) agar tidak terkesan membosankan. Sembari melatih fungsi sosial dari setiap siswa agar bisa berkomunikasi dengan semua peserta didik yang lain. Ini diperlukan karena tidak pernah tatap muka selama masa pandemi Covid-19.

Ceramah, diskusi, tugas kelompok adalah kegiatan yang sering digunakan oleh guru. Penulis mencoba model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) di kelas IX, pada KD menjelaskan fungsi kuadrat dengan menggunakan tabel, persamaan, dan grafik. TPS atau berpikir berpasangan berbagi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. TPS dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi. Seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas (jika tatap muka). TPS dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. TPS salah satu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri atas 3 tahapan yaitu thinking, pairing dan sharing (Hamdayana, Jumanta:2014).

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Bangun Datar dengan Benda Konkret

Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter, Bogor, Ghalia). Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar (teacher oriented), justru siswa dituntut untuk dapat menemukan dan memahami konsep-konsep baru (student oriented). Peningkatan penguasaan isi akademis siswa terhadap materi tersebut melalui tahapan thinking (berpikir), siswa diajak untuk merespon, berpikir, dan mencari jawaban atas pertanyaan guru, melalui proses pairing (berpasangan). Siswa juga diajak untuk bekerjasama dan saling membantu dalam kelompok kecil untuk bersama-sama menemukan jawaban yang paling tepat atas pertanyaan guru. Terakhir melalui proses sharing (berbagi), siswa diajak untuk mampu membagi hasil diskusi pada teman satu kelas.
Model pembelajaran TPS terdiri atas lima langkah dengan 3 langkah utama sebagai ciri khasnya. 1) Tahap pendahuluan, guru melakukan appersepsi dan motivasi serta memberikan penjelasan batasan kegiatan. 2) Tahap think, guru memberikan pertanyaan untuk dijawab oleh siswa secara individual dalam kerangka merangsang pikir siswa. 3) Tahap pairs (berpasangan), siswa dikelompokkan atau membuat kelompok berpasangan sendiri (jika tatap muka adalah teman sebangku). Mereka bisa saling curah pendapat untuk menyelesaikan soal yang diberikan guru. 4) Tahap share (berbagi), saatnya siswa membagikan penyelesaian terhadap pertanyaan dari guru melalui grup whattshap mapel ataupun GCR. 5) Terakhir adalah tahap penghargaan, siswa menyelesaikan pertanyaan dari guru baik secara individual maupu kelompok diberikan nilai ataupun emoticon dalam grup WA.

Baca juga:   Menulis Teks Drama dengan Media Komik Kosongan

Semoga dengan TPS, siswa semakin giat dan kritis dalam menyampaikan pendapat, terlatih berkomunikasi dan bekerjasama serta menumbuhkan kepercayaan diri. (pg1/ida)

Guru Matematika SMPN 4 Bodeh

Author

Populer

Lainnya