Pembelajaran Daring di Era Covid-19

Oleh : Rokhmawati, S.Sos

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Penyebaran virus korona (Covid-19) berdampak pada semua sektor kehidupan. Termasuk pendidikan. Covid-19 mengubah model pembelajaran secara drastis, dari pembelajaran konvensional menjadi daring. Dari tatap muka, sekarang cuma bisa melalui via aplikasi. Yang terdampak mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi. Memasuki semester genap pada tahun pelajaran 2020/2021 kegiatan pembelajaran dengan model daring di SMP Negeri 2 Wonopringgo sudah cukup efektif dengan memanfaatkan aplikasi Google Classroom, Whatsapp dan Google Formulir.

Sekarang ini fungsi guru sangat diperlukan. Walaupun peserta didik dirumahkan, guru harus tetap mengajar. Guru mempunyai peranan yang amat strategis dan penting dalam keseluruhan upaya pendidikan. Hampir semua usaha pembaharuan di bidang kurikulum dan penerapan metode mengajar guru, pada akhirnya tergantung pada guru itu sendiri. Guru ialah orang yang membuat, dan melaksanakan proses dalam pembelajaran tersebut, dan menilai setiap peserta didik serta membimbing peserta didik untuk meraih cita-cita dan memiliki akhlak yang baik (Nur, A. M, 2011).
Pada sisi inilah guru sangat berperan penting untuk menjalankan kurikulum. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat (19) kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Syaharuddin, S., & Mutiani M, 2020).

Baca juga:   Media Gambar Mudahkan Menulis Puisi

Ada banyak kendala yang dihadapi pada saat pembelajaran daring tersebut. Mulai dari masalah teknis hingga pada saat proses pembelajaran. Seperti jaringan, biaya kuota yang cukup mahal, mengoperasionalkan aplikasi, google calassroom, Whatsapp dan google formulir dengan prosedur yang benar. Ada sebagian siswa pada saat mengirimkan tugas tidak terkirim dalam google classroom akhirnya mengirimkan tugas melalui whatsapp sebagai pilihan pengiriman tugas.

Pembelajaran daring dilakukan untuk menyelesaikan materi yang belum selesai, namun pembelajaran daring belum cukup efektif karena penyampaian materi dan pemahaman beberapa siswa kurang akan materi yang disampaikan guru sehingga peserta didik sulit memahami maksud dari tugas yang diberikan oleh guru.
Pada saat pandemi guru harus lebih kreatif agar peserta didik tetap belajar. Sedangkan tahun ajaran sekolah tetap berjalan, dimana setiap peserta didik mengikuti pelajaran dengan waktu yang sedikit dibandingkan dengan sebelum pandemi seperti ini. Guru juga mengajar harus sesuai Kurikulum 2013, agar semua yang diinginkan di dalam kurikulum terjalankan walaupun di tengah pandemi seperti ini.

Adapun kelebihan dalam kegiatan pembelajaran daring yaitu, salah satunya meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan guru. Pembelajaran daring yang diadakan di SMP Negeri 2 Wonopringgo semua mata pelajaran sudah terjadwal dan terstruktur sebelum pembelajaran tersebut dilaksanakan.
Kelebihan pembelajaran online adalah pembelajaran tersebut bersifat mandiri, dan memberikan lebih banyak pengalaman belajar, dengan teks, audio, video dan animasi yang semuanya digunakan untuk menyampaikan suatu pelajaran atau informasi tentang sebuah mata pelajaran tersebut.

Baca juga:   Asyiknya Pembelajaran Seni Drama dengan Metode Improvisasi

Pembelajaran daring memiliki beberapa kelemahan. Yaitu harus menggunakan jaringan internet, membutuhkan banyak biaya, komunikasi melalui internet terdapat berbagai kendala yaitu lambat. Disamping itu juga terdapat kelebihan yang meliputi kadar interaksi antara peserta didik dengan guru. Pembelajaran dapat dilakukan di mana dan kapan saja, menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas, dan penyimpanan materi pembelajaran. Setelah keluarnya surat edaran dari Kemendikbud RI No 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada bidang pendidikan yang menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara.

Seorang peserta didik harus memiliki motivasi tinggi mencari ilmu, akan mengikuti pembelajaran dengan baik. Motivasi sebagai daya penggerak individu untuk menimbulkan kelangsungan pembelajaran ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki motivasi akan memiliki tingkat belajar yang tinggi pula, sehingga mempercepat hasil yang ingin dicapai. (bw1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 2 Wonopringgo

Author

Populer

Lainnya