Cooperative Script Tingkatkan Kreativitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh : Jumiati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan sosial, terampil, karakter, dan tindakan positif sebagai warga negara Indonesia. Proses pembelajaran IPS membutuhkan sebuah strategi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, inovatif, aktif, berpikir kritis dan kreatif.

Oleh sebab itu perlunya penelitian mengenai penggunaan metode pembelajaran dalam mata pelajaran IPS. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode “Cooperative Script”. Metode ini dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) dilakukan di SMPN 1 Banyubiru di kelas VII B semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2019. Proses pembelajaran IPS yang masih menggunakan metode ceramah (teacher center) akan mengakibatkan siswa cenderung pasif selama proses pembelajaran. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan hanya 41persen siswa yang mampu berada di atas KKM.

Cooperative script merupakan metode belajar yang diciptakan Dansereau pada tahun 1981, yang mana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian dari materi yang dipelajari. Adapun tahapan dari cooperative script yaitu pertama membagi siswa untuk berpasangan; kedua, membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan; ketiga menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan sebagai pendengar; keempat, pembicara membicarakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasan, sementara pendengar bertugas menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafal ide pokok dengan cara menghubungkan materi sebelumnya; kelima bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya; ketujuh menyimpulkan; dan ketujuh penutup, melakukan evaluasi.

Baca juga:   Tingkatkan Kepercayaan Diri dengan Teknik Psikodrama

Penelitian tindakan kelas (action research) menggunakan model pembelajaran “cooperative script” dilaksanakan dengan 2 siklus. Siklus I pada kelompok besar (kelas dibagi menjadi 4 kelompok belajar yaitu 8 orang setiap kelompok). Siklus I digunakan untuk menilai kreativitas dan hasil belajar. Hasil siklus I menunjukkan kreativitas mata pelajaran IPS pada kategori sedang, pada hasil belajar sudah menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kelas dari kondisi awal yang hanya 70 menjadi 72. Pada siklus II menggunakan skenario kelompok kecil (siswa bekerja secara berpasangan yaitu setiap kelompok 2 orang). Hasil siklus II menunjukkan nilai kreativitas dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kelas yaitu 100 persen mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil data yang didapat peneliti dapat disimpulkan jika penggunaan model pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan kreativitas belajar dan hasil belajar IPS baik secara empirik maupun teoritik bagi peserta didik kelas VII B SMPN 1 Banyubiru, Kabupaten Semarang semester I tahun pelajaran 2019/2020. Selain itu model pembelajaran cooperative script dapat membuat siswa lebih aktif karena mampu meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyusun pertanyaan, menjawab dan menanggapi permasalahan belajar. (bw1/lis)

Baca juga:   Keefektifan Puzzle untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran IPS

Guru IPS SMPN 1 Banyubiru, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya