Mudah Pahami Perpindahan Kalor dengan Metode Resitasi

Oleh : Untung Riyadi S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UNTUK mempermudah siswa kelas V SDN 04 Randudongkal dalam memahami materi perpindahan kalor, guru memilih metode resitasi sebagai metode dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan metode tersebut diharapkan guru, dapat memudahkan siswa bereksperimen dalam menemukan contoh perpindahan kalori di lingkungan sekitarnya dan dapat memahami materi tersebut dengan mudah.

Adapun pengertian metode resitasi menurut Ambarjaya (2012:105), adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Pendapat senada dikemukakan menurut Djamarah dan Zein (2010:88), resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar yang bertujuan merangsang anak agar aktif belajar, baik secara individual ataupun secara kelompok.

Sedangkan menurut Slameto (1991), resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran yang memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di luar jadwal sekolah dalam rentang waktu tertentu dan hasilnya dipertanggungjawabkan kepada guru.
Dari beberapa difinisi metode resitasi di atas dapat disimpulkan bahwa metode resitasi adalah metode penyajian bahan pelajaran agar siswa aktif belajar, tugas tersebut untuk dikerjakan di luar jadwal sekolah, dengan waktu yang ditentukan dan siswa harus mempertanggungjawabkan tugasnya pada guru.

Baca juga:   Kartu Kata Permudah Belajar Pertumbuhan Manusia

Langkah-langkah atau fase metode resitasi menurut Djamarah dan Zein (2010), yaitu sebagai berikut, 1) fase pemberian tugas. Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan tujuan yang akan dicapai, jenis tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta adanya petunjuk yang dapat membantu dan disediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut. 2) Fase pelaksanaan tugas, dalam fase ini diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru, diberikan dorongan sehingga anak mau melaksanakan, diusahakan atau dikerjakan oleh anak sendiri, mencatat semua hasil yang diperoleh dengan baik dan sistematis. 3) Fase pertanggung jawaban tugas, laporan siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telah dikerjakan, ada tanya jawab dan diskusi, penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes atau non-tes atau cara lainnya.

Kelebihan dan kekurangan metode resitasi menurut Sudirman dkk, (1991:142), kelebihannya antara lain, 1) tugas lebih merangsang siswa untuk untuk belajar lebih banyak, baik pada waktu di kelas maupun di luar kelas. 2) Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa yang diperlukan kehidupan kelak. 3) Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya, atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari. 4) Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri imformasi dan komunikasi. 5) Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar, karena kegiatan belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan. Adapun kekuarangan dari metode resitasi, antara lain, 1) siswa sulit dikontrol, apa benar mengerjakan tugas ataukan orang lain. 2) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa. 3) Apabila sering memberikan tugas yang monoton, siswa menjadi bosan. (pg1/ida)

Baca juga:   Belajar dengan Mencari Pasangan

Guru SDN 04 Randudongkal

Author

Populer

Lainnya