Memodifikasi Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Daring

Oleh : Niti Ningsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KITA semua tidak bisa menghindar dari wabah covid-19 yang sampai saat ini masih belum bisa kita atasi bersama. Jika kita tidak terkena langsung virus corona, sisi lain kehidupan kita tetap terimbas adanya wabah ini. Begitupun dengan dunia pendidikan. Pihak sekolah dan para guru dituntut harus bisa menerapkan strategi belajar agar setiap ilmu dapat tersalurkan dengan baik kepada para siswa meski dengan keterbatasan gerak.

Dalam situasi pembelajaran daring seperti saat ini guru harus memperhatikan pilihan gaya belajar anak. Apakah ia lebih suka belajar dengan guru secara live?, atau secara tatap muka individual?, Platform belajar seperti apa yang bisa mendukung kegiatan belajarnya? Jawaban dari sederet pertanyaan tersebut, penting bagi kita sebagai orangtua maupun guru, untuk merancang aktivitas belajar yang menarik dan tidak menjenuhkan bagi anak.

Pembelajaran di SDN 02 Ambowetan menggunakan pembelajaran tematik, namun yang tak kalah pentingnya adalah bahwa tujuan pembelajaran dalam setiap mapel dapat tercapai dengan baik. Misal dalam pembelajaran bahasa Indonesia hendaknya siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar.

Baca juga:   Permainan Tradisional Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Metode Audio lingual menjadi salah satu alternatif metode dalam pengajaran bahasa yang menekankan pada pemahaman mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing). Metode ini didasarkan pada sebuah teori perilaku (behaviorist theory), yaitu teori tentang perubahan tingkah laku yang berasal dari pengalaman. Metode ini juga merupakan gaya pengajaran yang digunakan dalam mengajar bahasa bahwa sifat dari makhluk yang menekankan ajaran mendengarkan dan berbicara sebelum membaca dan Menulis.

Menurut Ridwan Abdullah Sani, kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan Metode Audio-Lingual, pada umumnya menggunakan pendekatan oral. Ciri khas pendekatan oral adalah menggunakan latihan pola atau meniru dan mengingat. (Sani, 2013). Selanjutnya, Sani menegaskan dalam Metode Audio-Lingual, peserta didik menentukan pola kalimat yang harus dipelajarinya dan membiasakan menggunakan bahasa yang baru dipelajarinya dengan menggunakan latihan terutama latihan pola.

Prosedur pelaksanaan Metode Audio Lingual di SDN 02 Ambowetan secara umum adalah sebagai berikut: a. Tahapan lisan murni yang bertujuan untuk melatih pendengaran dan ucapan. Guru melakukan proses percakapan berdasarkan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan bantuan gambar dan peragaan. b. Tahapan permulaan membaca. Peserta didik mulai membaca teks yang pernah mereka dengar dan mereka latihkan bahkan dihafalkan. d. Peserta didik dapat mengubah kalimat sederhana yang diucapkan guru menjadi kalimat positif, negative, kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya.

Baca juga:   Asyiknya Home Learning Matematika dengan Video Pembelajaran

Bentuk kegiatan pengajaran dan pembelajaran metode ini pada dasarnya adalah sebuah percakapan dan latihan (drills) dan pola latihan (pattern practice). Maka bisa disimpulkan bahwa metode ini adalah pengulangan dan penghafalan menjadi aktivitas yang dominan.

Metode ini merupakan langkah besar dalam metodologi pengajaran bahasa yang ditujukan untuk kompetensi komunikatif dalam pembelajaran bahasa, dalam metode audio lingual tidak fokus pada pengajaran kosa kata jadi siswa dibangun untuk mempraktikkan penggunaan tata bahasa secara spontan, sehingga juga nantinya siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (pg1/zal)

Guru SDN 02 Ambowetan, Pemalang

Author

Populer

Lainnya