Atasi Kendala PJJ dengan Personally In Touch (PIT)

Oleh : Yohana Yuliani Widy Asmoro, S.S

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdampak pada proses pembelajaran di sekolah. Para guru maupun siswa membutuhkan proses adaptasi. Dengan segera para guru harus mengubah metode pengajaran yang semula dengan tatap muka, digantikan dengan metode jarak jauh dengan pendekatan daring. Perubahan ini ternyata tidak bisa diadaptasi secara cepat oleh para siswa. Pendekatan daring dalam proses belajar menimbulkan permasalahan yaitu sebagian siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran secara aktif. Permasalahan tidak hanya pada kendala teknis seperti gangguan jaringan, tapi terlebih pada kurangnya motivasi belajar.

Hal ini juga dialami oleh sebagian siswa di SMAN 1 Ambarawa, mereka mengakui kehilangnya motivasi untuk belajar, sehingga mereka sering absen dalam kegiatan PJJ. Untuk mengatasi kondisi ini, dibutuhkan PIT (Personally In Touch) yaitu menghubungi siswa secara pribadi untuk memberikan perhatian khusus.

Perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya (Slameto, 2010). Dengan adanya perhatian sekaligus bimbingan belajar ini, diharapkan dapat membantu siswa mendapat penyesuaian yang baik dalam situasi belajar seperti yang disampaikan Mulyadi (2010).

Dalam melakukan pembelajaran melalui pendekatan daring, sebagian besar guru menggunakan serambi aplikasi pembelajaran Google Classroom. Di ruang kelas inilah guru memberikan materi, berbagi file, dan juga mengecek kehadiran siswa. Disini jugalah siswa bisa berinteraksi melalui komentar kelas dan juga mengirimkan file tugas. Kehadiran siswa di ruang kelas daring ini bisa dipantau pada saat mereka sudah mengisi formulir kehadiran.

Baca juga:   CTL Tingkatkan Keterampilan Menulis Puisi

Selanjutnya, jika ada siswa yang belum hadir di ruang kelas daring, maka guru akan menghubungi mereka secara pribadi (PIT), salah satunya melalui WhatsApp. Dari komunikasi ini, guru bisa menanyakan kendala yang muncul sehingga mereka tidak bisa hadir di ruang kelas daring. Ada yang sebagian mengalami gangguan jaringan sehingga mereka belum bisa mengakses ruang kelas. Satu bagian lain karena ketiduran, dan satu bagian kecil karena malas dan bosan dengan sistem belajar secara daring.

Setelah mengetahui kendala-kendala yang dialami siswa, guru bisa membantu mereka menemukan solusi. Untuk yang mengalami gangguan jaringan, guru bisa mengirimkan materi lewat WhatsApp dan sebaliknya, siswa juga diberi kemudahan untuk mengirimkan tugas melalui media sosial ini. Untuk siswa yang mengalami gangguan pola tidur sehingga mereka terlambat bahkan tidak bisa ikut pembelajaran, diberi solusi dengan meminta bantuan orang tua untuk membangunkan tepat waktu atau guru bisa menawarkan bantuan untuk menelepon sebelum pembelajaran daring dimulai. Terkhusus untuk siswa yang kehilangan motivasi belajar, guru bisa memberikan motivasi dan semangat secara kontinyu dan bekerjasama dengan orang tua untuk ikut bersama-sama mengatasi permasalahan putra/putrinya.

Baca juga:   Pengenalan Kosakata Jawa melalui Tembang Padhang Bulan

Selain melakukan hal di atas, guru juga membuka kesempatan bagi siswa yang membutuhkan bimbingan secara pribadi jika masih ada kesulitan setelah mereka mengikuti pembelajaran secara klasikal. Untuk sebagian siswa, mereka malu atau sungkan untuk menyampaikan permasalahan secara klasikal di komentar kelas misalnya. Oleh karena itu, guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau berkonsultasi secara pribadi.

Dengan upaya PIT ini, tingkat ketidakhadiran siswa menurun dan partisipasi siswa dalam PJJ semakin aktif. Para siswa yang mengalami masalah bisa mengomunikasikan masalah tersebut tanpa merasa malu atau sungkan. Guru juga bisa membantu memberikan solusi atas masalah yang ada. Hal ini berdampak positif dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara daring di SMAN 1 Ambarawa. (pg1/lis)

Guru SMAN 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya