Chatting Alternatif Mengatasi Malas Belajar Siswa saat PJJ

Oleh : Drs Suwito MA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang menyenangkan merupakan kredo baru dalam dunia pendidikan. Banyak komponen harus dipenuhi demi mewujudkan siswa merasa senang. Terpenting memiliki kesadaran sendiri melaksanakan tugas belajarnya. Kenyataannya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak semudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Selama belajar di rumah, rasa malas lebih dominan daripada belajar di sekolah.

Hal tersebut terlihat di SMPN 4 Comal, Kabupaten Pemalang. Adanya perpanjangan waktu pelaksanaan PJJ yang belum tahu sampai kapan berakhir, membuat siswa makin tidak antusias belajar. Bahkan, semakin malas mengikuti pelajaran. Selama PJJ, SMPN 4 Comal menggunakan Google Classroom dan E-learning, yakni guru menyampaikan materi pelajaran dan menerangkan di forum diskusi

Dengan Google Classroom dan E-learning, guru bisa melihat kehadiran siswa melalui presensi. Apalagi siswa sudah mengikuti ulangan, mengumpulkan tugas dan nilai yang mereka peroleh. Dengan fasilitas yang disajikan dalam Google Classroom dan E-learning guru dapat memantau siswa tersebut rajin atau malas. Hasilnya terlihat jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran lebih efektif dibandingkan dengan yang tidak hadir.
Presensinya banyak yang kosong. Saat ulangan harian, banyak siswa yang tidak mengikuti. Selain itu, banyak yang telat mengirimkan tugas. Hal itu, membuat penulis sebagai guru BK, harus mencari solusi, bagaimana cara mengatasi siswa yang malas belajar saat PJJ tersebut. Penulis mencoba mengatasinya dengan chatting dalam bahasa Indonesia artinya bercakap-cakapan hal ini merupakan media untuk saling berkomunikasi antara siswa, orang tua, dan guru. Melalui chatting ini, wali kelas menginformasikan mengenai pelaksanaan pembelajaran secara virtual siswa yang tidak mengikuti pelajaran atau ulangan mata pelajaran apapun langsung diajak berkomunikasi melalui chatting.

Baca juga:   Aplikasi Cooperative Learning dan e-Learning dalam Pembelajaran IPS SMP

Cara bekerja sama dengan berkomunikasi sacara langsung ternyata berdampak luar biasa bagi siswa merasa terus diperhatikan, sehingga timbul rasa malu dan tidak mau namanya terus disebut sebagai siswa yang “bermasalah.” Chatting ini bisa menjadi solusi untuk mengeluh siswa yang males belajar menjadi lebih aktif mengikuti pelajaran. Chatting tidak sekedar media komunikasi, tetapi juga sebagai kata penyemangat yang harus selalu diingat siswa, bahwa chatting adalah singkatan dari “cara hebat atasi tantangan daring.”

Kata chatting juga digunakan guru sebagai cara mengatasi rasa mengatasi rasa malas untuk belajar, maka siswa diminta untuk mengikuti huruf C artinya carilah teman belajar, H artinya hindari rasa malas, A artinya aktif mencari informasi, T artinya tata jadwal belajar, T artinya taati jadwal belajar, I artinya istirahat sejenak, N artinya niat untuk memperbaiki diri, dan G artinya gigih dalam mengejar prestasi. Jika siswa kembali bersemangat, orang tua dan guru bersepakat memberikan reward kepada anak. Orang tua dapat memberikan hadiah, meskipun sederhana dan guru memberikan jaminan nilai baik meski kadang siswa tidak selalu memperoleh nilai murni yang baik. Namun semangat dan keseriusan mereka dalam belajar menjadi suatu kebanggaan yang harus diapresiasi. Begitu juga penulis sebagai guru BK akan merasa bangga dan berhasil jika siswa SMP Negeri 4 Comal Pemalang merasa senang dan tidak ada rasa malas belajar di saat PJJ masa pandemi. (pg1/ida)

Baca juga:   Belajar Asking and Giving Suggestions dengan Problem Based Learning

Guru BK SMPN 4 Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya