Keluarga Merupakan Fondasi Pertama dan Utama Pendidikan Anak

Oleh : Asih Khamidah, S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Anak mendapat pengalaman hidupnya dari gurunya di sekolah, dari lingkungan bermainnya dan juga dari orang tuanya di rumah. Intensitas kebersamaan anak dengan guru, dengan teman-temannya lebih singkat dibandingkan dengan intensitas anak berada dekat orang tuanya.

Karena itulah peran orang tua sangat dominan dalam menanamkan pendidikan ke anak. Sehingga salah jika ada orang tua menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya pada guru di sekolah.

Selain itu lingkungan yang pertama dikenal anak adalah lingkungan keluarga. Orang tua (bapak dan ibu) adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anak-anaknya. Karena secara kodrat ibu dan bapak diberikan anugerah oleh Tuhan pencipta berupa naluri orang tua. Karena naluri ini timbul rasa kasih sayang para orang tua pada anak-anak mereka, sehingga secara moral keduanya merasa terbebani tanggung jawab untuk memelihara, mengawasi dan melindungi serta membimbing keturunan mereka.

Upaya pembinaan yang dilakukan orang tua terhadap anak agar dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Anak-anak memperoleh pengalaman pertama kehidupannya. Dari keluarga, sehingga dalam keluarga peranan orang tua sangatlah penting. Keluarga menurut Zakiyah Darajat (1996) dalam bukunya ilmu pendidikan Islam merupakan masyarakat alamiah yang pergaulan di antara anggotanya bersifat khas.

Baca juga:   Pembiasaan Bahasa Santun Bentuk Akhlak Siswa Generasi Z

Dalam lingkungan ini terletak dasar-dasar pendidikan, di sini pendidikan berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku di dalamnya.

Kedua orang tua dibebani tanggung jawab untuk memelihara diri dan keluarga dari siksa api neraka (QS. 66:6). Tanggung jawab tersebut mengisyaratkan kepada orang tua untuk mendidik keturunannya agar kelak mereka mampu melaksanakan tugas hidup sebaik-baiknya, serta mampu mengemban tugas sebagai khalifah fil ardhi.

Manusia dalam pandangan Islam adalah makhluk ciptaan Allah SWT dengan kedudukan yang melebihi makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Menurut Jalaludin dalam bukunya Teologi Pendidikan Islam (2003) bahwa kedudukan orang tua dinilai sangat penting dan menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sebab tugas orang tua sebagai pendidik kodrati adalah sebagai peletak dasar-dasar ketauhidan dalam diri putra-putri mereka.
Demikian penting dan mendasarnya kedudukan orang tua dalam pendidikan, hingga tanggung jawab tersebut ditempatkan sebagai bagian dari kewajiban orang tua terhadap anak.

Anak yang lahir ke dunia diibaratkan seperti kertas putih yang kosong dan yang belum terisi, atau lebih dikenal dengan istilah tabularasa (a blank sheet of paper). Oleh karena itu anak-anak dapat dibentuk sesuai dengan keinginan orang dewasa yang memberikan warna pendidikannya. Pendidikan yang paling bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, hendaknya selalu memperhatikan dan membimbing anak-anaknya. Khususnya bimbingan dan mendidik yang berhubungan dengan nilai-nilai pendidikan agamalah yang berperan besar dalam membentuk pandangan hidup seseorang. Selain guru di sekolah, orang tualah yang mengantarkan anak-anaknya sukses di masa depan.

Baca juga:   Tumbuhkan Kesadaran Hukum Melalui Gerbang Sekolah

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan. Sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Generasi hebat adalah karya dari pendidikan keluarga yang sukses dari si ibu.Pendidikan yang dihadirkan ibu dalam keluarga harus mencakup seluruh aspek kehidupan.Yang utama sekali adalah pendidikan agama yang lengkap, yaitu dari tauhidnya, segi akhlaknya, bagaimana bermuamalah dan sebagainya.

Sebagian besar dari kehidupan anak dilaluinya di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Pengalaman yang diperoleh anak melalui pendidikan dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan anak dalam proses pendidikan selanjutnya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang tua merupakan pendidik yang pertama dan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia. (pg1/lis)

Guru PABP SMPN 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya