Mudahnya Menyusun Kalimat Petunjuk dengan Picture and Picture

Oleh : Hety Hendrawati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek yang perlu diajarkan kepada anak di sekolah. Tak heran apabila pelajaran ini diberikan sejak di bangku sekolah dasar (SD). Dari situ diharapkan anak mampu menguasai, memahami, dan mengimplementasikan keterampilan berbahasa seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara.

Dari SD pembelajaran bahasa Indonesia sudah ada kompetensi untuk menyusun kalimat. Menyusun bisa diartikan mengatur dengan baik. Sedangkan kalimat ada beberapa jenis antara lain kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat petunjuk. Kalimat petunjuk adalah kalimat yang berisi ketentuan memberi arah atau bimbingan bagaimana sesuatu harus dilakukan (Tarigan, 2000 : 24). Sedangkan menurut Aminudin dkk (2004 : 94) kalimat petunjuk adalah segala sesuatu yang menunjukan, memberi tahu dan sebagainya.
Pembelajaran bahasa Indonesia pada kompetensi dasar merinci ungkapan penyampaian terima kasih, permintaan maaf, tolong dan petunjuk kepada orang lain di kelas 1 SD Negeri 02 Gandu belum mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini disebabkan guru menggunakan metode ceramah saja jadi anak merasa jenuh, bosan, tidak aktif dan kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran. Apalagi dalam menyusun kalimat petunjuk anak merasa kesulitan karena tidak adanya media dan metode yang sesuai.

Baca juga:   Read Aloud untuk Siswa di Masa PTM

Dalam pembelajaran seorang guru tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan saja akan tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang penuh perhatian, sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan tercapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu guru harus mampu menentukan model yang baik yang akan digunakan. Maka dari itu guru dalam pembelajaran menyusun kalimat petunjuk menggunakan model picture and picture.

Menurut Suprijono (dalam Huda 2014 : 236 ) model picture and picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran sehingga sebelum pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam ukuran besar.

Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Langkah-langkah pembelajarannya adalah pertama, penyampaian kompetensi. Kedua, penyajian materi. Ketiga, guru menunjukan 6 potongan gambar berseri dan menempelkannya di papan tulis. Guru juga menunjukan 6 potongan kertas bertuliskan kalimat ungkapan petunjuk. Keempat, guru meminta salah satu anak maju memilih potongan cerita yang sesuai untuk gambar pertama. Sebelumnya guru membacakan terlebih dahulu masing-masing potongan cerita. Kemudian anak dipersilakan untuk memilih yang menurutnya sesuai.

Baca juga:   Cara Mudah Menghitung Luas Persegi dengan Papan Berpetak

Kelima, setelah memilih, anak menyandingkan gambar dengan kalimat yang dipilihnya. Keenam, guru meminta anak lainnya untuk maju melakukan hal yang sama, sampai semua gambar memiliki pasangan cerita. Setelah lengkap guru membacakan urutan ceritanya dari awal sampai akhir. Jika ada yang tidak pas antara gambar dengan cerita, guru meminta anak mengkritisinya bersama.

Sampai akhirnya antara gambar dan cerita menjadi satu kesatuan yang utuh. Ketujuh, selanjutnya anak diminta menulis urutan petunjuk membereskan tempat tidur sesuai gambar yang sudah ditentukan. Kedelapan, guru Bersama anak membuat kesimpulan.

Dengan menggunakan model picture and picture ternyata anak menjadi lebih aktif, semangat dalam pembelajaran. Hasil belajar menjadi lebih baik. Pencapaian hasil belajar sebesar 86 persen atau 24 anak yang mencapai ketuntasan. Guru menganggap bahwa model ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui model ini anak dilatih untuk berfikir logis dan sistematis, menjadi termotivasi, merasa diikutkan dalam pengelolaan kelas. Anak lebih percaya diri, dan menimbulkan minat untuk dapat menyelesaikan suatu masalah dengan caranya sendiri. (ti2/lis)

Guru Kelas SDN 02 Gandu, Kec. Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya