Asyik Belajar Materi Pengalaman Masa Kecil dengan Bermain Peran

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENGINGAT masa kecil sungguh indah, sebagian anak ada yang bisa mengungkapkan masa kecilnya dengan mudah, namun sebagian anak merasa kesulitan. Untuk pembelajaran materi pengalaman masa kecil pada siswa kelas 1 SDN 07 Randudongkal, guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran. Harapannya dengan metode ini, siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan hasil pembelajaran sesuai dengan harapan.

Menurut Santoso (2011), bermain peran adalah mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku, ungkapan, gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia. Dengan metode role playing (bermain peran), siswa berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah/psikologis.

Menurut Mulyono (2012), role playing atau bermain peran adalah metode pembelajaran yang diarahkan untuk mengreasi peristiwa sejarah, peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang. Dari dua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran merupakan drama mengekspresikan suatu kejadian atau sejarah di masa lalu maupun kejadian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Menurut Djamarah dan Zain (2008), metode pembelajaran bermain peran memiliki kelebihan sebagai berikut, 1) dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa, di samping menjadi pengalaman yang menyenangkan juga memberi pengetahuan yang melekat dalam memori otak. 2) Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan membuat kelas menjadi dinamis dan antusias. 3) Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan. 4) Siswa dapat terjun langsung untuk materi memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar.

Baca juga:   Asyiknya Belajar PPKn dengan Media Vidio Pembelajaran

Sedangkan kelemahan metode bermain peran sebagai berikut, 1) role playing memerlukan waktu yang relatif panjang/banyak. 2) Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun siswa dan tidak semua guru memilikinya. 2) Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerankan adegan tertentu. 3) Apabila pelaksanaan role playing mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, berarti tujuan pembelajaran tidak tercapai. 4) Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini.

Adapun tahapan dan persiapan bermain peran agar tidak mengalami kekakuan, ada langkah yang harus dipahami dahulu (Dahlan:1984), 1) identifikasi masalah dengan cara memotivasi para peserta didik. 2) Memilih tema. 3) Menyusun skenario pembelajaran. 4) Pemeranan. 5) Tahapan diskusi dan evaluasi. 6) Melakukan pemeranaan ulang,melakukan diskusi dan evaluasi tahap 2. 7) Membagi pengalaman dan menarik generalisasi.

Langkah-langkah pembelajaran materi pengalaman masa kecil pada siswa kelas 1 di SDN 07 Randudongkal, 1) guru memulai kegiatan dengan kegiatan apersepsi, guru memberi penjelasan bahasan materi yanga akan dipelajari. 2) Guru menjelaskan metode yang akan digunakan pada pembelajaran dan tahapannya. 3) Guru menunjuk siswa yang akan memainkan peran. 4) Guru menjelaskan alur permainan peran. 5) Kegiatan pemanasan. 6) Pemeranan sesuai tema materi. 7) Penutup, guru memberikan penguatan,tanya jawab hal-hal yang belum dipahami atau diketahui siswa.

Baca juga:   Pendampingan Orang Tua Memotivasi Anak untuk Giat Belajar

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran pada materi pengalaman masa kecil terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat dijadikan referensi guru dalam memilih metode pembelajaran, baik pada materi yang sama atau materi lainnya. (pg1/ida)

Guru SDN 07 Randudongkal, Pemalang

Author

Populer

Lainnya