Kelas Virtual Tercipta dalam Pembelajaran IPS Melalui Google Meet

Oleh : Nursari Priharnani Maria Goretti, S.Pd.,M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat dengan berbagai perubahan yang terjadi sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Perubahan terjadi di berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Pada sektor pendidikan, proses pembelajaran dilaksanakan secara online atau daring.

Pandemi Covid-19 telah berpengaruh terhadap semua tingkatan dalam sistem pendidikan di Indonesia, dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pembelajaran daring harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan pemahaman peserta didik, apalagi guru tidak dapat mengawasi pembelajaran seperti pembelajaran secara tatap muka.

Memang menjadi tantangan tersendiri, di mana guru belum terbiasa menggunakan teknologi dituntut untuk dapat menguasai teknologi dengan melakukan pelatihan sendiri dalam menunjang kegiatan pembelajaran.

Aplikasi Google Meet dipilih para pendidik di SMP Negeri 4 Ambarawa, Kabupaten Semarang untuk pembelajaran daring dengan memperhatikan bahwa Google Meet merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi video telekonferensi.

Layanan ini mampu menampung sekitar 100 peserta didik dalam satu sesi kelas virtual. Menariknya layanan Google Meet dapat dilakukan secara cuma-cuma baik melalui aplikasi desktop ( PC/laptop) maupun gawai. Penulis sebagai guru mata pelajaran IPS dalam pembelajaran daring kelas VII KD 3.3 Memahami konsep interaksi antara manusia dengan ruang sehingga mengjhasilkan berbagai kegiatan ekonomi dan interaksi antarruang untuk keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia materi kebutuhan
Manusia melalui aplikasi Google Meet dapat menciptakan kelas virtual. Langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum pembelajaran daring dimulai membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan segala komponennya, menyiapkan materi presentasi berupa Power Point, serta membuat instrumen penilaian sebagai bentuk evaluasi kegiatan langkah selanjutnya peserta didik diharapkan sudah mengunduh aplikasi Google Meet pada gawainya.

Baca juga:   Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran TIK

Di sini guru harus membuat judul meeting dan menyalin link untuk dibagikan wali kelas melalui WhatsApp Group Kedinasan agar wali kelas dapat melanjutkan share grup kelas masing masing sehingga peserta didik dapat bergabung setelah membuka link nya. Ternyata banyak peserta didik yang sudah dapat bergabung karena mereka adalah generasi gawai. Proses pembelajaran dimulai dengan mengucap salam kemudian berdoa dan tak lupa peserta didik harus mengisi daftar hadir daring melalui Google Form. Langkah selanjutnya menyampaikan indikator pembelajaran yang akan dicapai kemudian mulai materi Kebutuhan Manusia dengan menampilkan power point secara berurutan diselipkan gambar gambar tentang kebutuhan manusia. Dalam penyampaian materi disertai tanya jawab agar peserta didik merasa seperti di dalam kelas sesungguhnya walaupun itu secara virtual.

Pembelajaran daring dengan menggunakan Google Meet di SMP Negeri 4 Ambarawa khususnya mata pelajaran IPS belum sempuna. Baru 40 persen peserta didik bisa bergabung di aplikasi Google Meet karena kendala sinyal atau kuota tidak mencukupi sehingga di tengah tengah tidak bisa melanjutkan, dan 5 persen gawai masih milik orang tua. Ada juga peserta didik yang hanya sebagai pendengar saja tidak aktif seperti peserta didik yang lain. Kelebihannya peserta didik dapat bertatap muka dengan guru walaupun melalui aplikasi Google Meet sehingga terjadi interaksi tanya jawab. Guru juga dapat mengukur karakteristik peserta didik walaupun kurang maksimal.

Baca juga:   Metode Menulis Berantai Memudahkan Siswa dalam Menulis Cerpen

Pembelajaran daring dengan aplikasi Google Meet di masa mendatang semoga masih dapat berlanjut di SMP Negeri 4 Ambarawa khususnya mapel IPS dengan memperhatikan kesiapan orang tua dalam memfasilitasi putra putrinya. Misalnya kuota yang memadai atau internet di rumah yang sudah tersedia sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Orang tua juga mempunyai peranan penting untuk selalu memberi stimulus bagi putra-putrinya. (bw1/lis)

Guru SMP Negeri 4 Ambarawa Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya