Audio Video Visual Tingkatkan Kemampuan Pidato

Oleh : Deni Rumboko, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu materi dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas IX semester genap adalah pidato. Berpidato adalah suatu kegiatan berbicara di depan banyak orang untuk menyampaikan pemikiran, pendapatnya, ajakan, atau memberikan suatu gambaran pada suatu hal.

Berbagai macam teknik digunakan untuk menyampaikan materi dalam berpidato. Ada beberapa macam metode dalam berpidato antara lain metode membaca naskah, menghafal naskah, metode menulis garis besar materi yang akan disampaikan dan metode pidato impromptu. Yaitu pidato yang dilakukan secara spontan atau tanpa persiapan untuk menyampaikan pembicaraan dalam sebuah acara.

Namun, sebagian siswa SMP kelas IX menganggap pembelajaran berpidato itu sulit. Salah satu penyebabnya guru dalam menyampaikan materi pidato menggunakan metode pembelajaran yang kurang tepat atau kurang menarik. Sehingga berdampak pada tingkat kemampuan siswa pada saat siswa diminta untuk maju berpidato di depan kelas.

Sebagian besar di antara mereka banyak yang menyampaikan rasa takut, malu, keringat dingin atau badan gemetar. Mereka khawatir saat berpidato terjadi kesalahan atau kurang lancar dan ditertawakan atau disorak teman-temannya,dan berbagai alasan lain.
Hal ini dikuatkan dengan perolehan nilai ulangan pertama praktik berpidato mata pelajaran bahasa Indonesia. Dari hasil yang diperoleh rentang nilai cukup jauh yaitu tertinggi 90 dan terendah 60.

Baca juga:   Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA

Saat ini teknologi elektronik berkembang pesat. Berbagai macam tipe audio maupun video visual tersedia di pasaran dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai yang murah, dan mudah dalam pengoperasiannya sehingga sangat mendukung kegiatan pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Gagne dan brigg, 1979:3). Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan (Tarigan, 2008:16)

Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik sesuai yang diharapkan, maka perlu metode dan langkah-langkah yang tepat supaya siswa bisa bangkit dari keterpurukan. Sehingga prestasi belajar berpidato siswa semakin meningkat. Tahap pertama, disampaikan materi pelajaran berpidato dengan metode menghafal. Kedua, menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran berpidato sesuai silabus. Ketiga, menjelaskan sistematika dan kalimat yang perlu disampaikan dalam berpidato dengan bahasa singkat.
Keempat, guru meminta siswa terlebih dahulu mencatat sistematika kalimat pidato yang akan ditampilkan siswa di depan kelas, lalu membaca sekilas. Kelima, guru memutar audio-visual video, contoh pidato sederhana sesuai tingkat kemampuan siswa, siswa diminta untuk memperhatikan dengan penuh perhatian. Kelima, siswa diminta membaca berulang-ulang naskah pidato yang sudah ditulis untuk dihafalkan. Keenam, siswa yang merasa mampu dan siap maju dipersilakan menyampaikan pidato pada urutan awal sehingga bisa dijadikan contoh oleh siswa yang lain.

Baca juga:   Memahami Konsep Tekanan Zat Padat melalui Praktikum Mandiri saat PJJ

Ketujuh, untuk melatih penguatan mental para siswa yang maju berpidato di depan kelas, guru meminta teman sekelas bersorak serentak”huuu” dan hanya sekali dengan aba-aba gurunya. Dengan sensasi suasana hati yang dirasakan saat disorak, maka tidak ada lagi kekhawatiran lagi bagi siswa yang maju berpidato, apabila saat menyampaikan materi berpidato terdapat kesalahan.

Dengan pemutaran audio video visual siswa mudah memahami dan mempraktikkan pelajaran berpidato sehingga sangat membantu pada kegiatan pembelajaran ini. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya hasil belajar pidato siswa kelas IX SMP Negeri 15 Surakarta, dari semula terendah nila 60 menjadi 75, jadi nilai terendah siswa mencapai KKM yaitu 75. Sedangkan bagi guru pembelajaran ini akan lebih mudah dalam melaksanakannya, proses pembelajaran lebih menyenangkan, guru mendapatkan pengalaman baru dalam mengajar.
Pembelajaran praktik pidato yang menurut sebagian siswa dianggap sulit ternyata dengan pemutaran audio video visual menjadi lebih mudah. Terbukti motivasi belajar siswa meningkat yang berpengaruh pada hasil belajar siswa meningkat. (bw1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 15 Surakarta

Author

Populer

Lainnya