Serunya Belajar Iman kepada Malaikat Allah dengan Metode TGT

Oleh : Ibadiyah,S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Menurut Saco, (Rusman, 2014) model pembelajaran TGT adalah peserta didik memainkan permainan dengan anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka.

Materi pembelajaran makna iman kepada malaikat-malaikat Alllah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV memuat kompetensi dasar ranah pengetahuan memahami makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar dan ranah ketrampilan melakukan pengamatan diri dan alam sekitar sebagai implementasi makna iman kepada malaikat-malaikat Allah. Materi ini memiliki indikator capaian belajarnya siswa mampu memahami dan mengidentifikasi makna iman kepada malaikat-malaikat Allah melalui pengamatan diri sendiri dan siswa mampu menceritakan penerapan iman kepada malaikat–malaikat Allah melalui pengamatan diri sendiri dan alam sekitar.

Baca juga:   Bangun Religiusitas Pelajar di Zaman Now

Langkah –langkah penerapan model pembelajaran TGT pada materi iman kepada malaikat –malaikat Allah sebagai berikut, Pertama, pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi tentang iman kepada malaikat–malaikat Allah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok materi dan penjelasan singkat modul atau LKS yang dibagikan kepada kelompok. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah interaktif dan ilustratif yang dipimpin oleh guru. Kedua, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria kemampuan (prestasi) siswa dari ulangan harian sebelumnya dan jenis kelamin. Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 6 siswa. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game atau permainan. Setelah guru memberikan penyajian kelas, kelompok (tim atau kelompok belajar) bertugas untuk mempelajari lembar kerja. Dalam belajar kelompok ini kegiatan siswa adalah mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan kesalahan. Ketiga, game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi, dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Game atau permainan ini dimainkan pada meja turnamen atau lomba oleh 3 orang yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Peserta didik memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen atau lomba mingguan. Keempat, turnamen atau lomba adalah struktur belajar, dimana game atau permainan terjadi. Kelima, Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing tim atau kelompok akan mendapat hadiah. Hal ini dapat menyenangkan para siswa atas prestasi yang telah mereka buat. (ce2.2/ton)

Baca juga:   Metode Menulis Berantai Memudahkan Siswa dalam Menulis Cerpen

Guru PAIBP SD Negeri 04 Kajen

Author

Populer

Lainnya