Pelajaran Seni Tari pada Pelajaran Seni Budaya

Oleh : Tauyar, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan seni tari merupakan salah satu cabang yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan emosi. Karena pendidikan seni tari tidak hanya menuntut keterampilan gerak saja, melainkan penguasaan emosi dan pikiran. Keseimbangan unsur-unsur tersebut terlihat saat siswa sedang menari, karena dalam membawakan suatu gerak tari, diperlukan suatu penguasaan emosi sesuai dengan sifat gerakannya secara pemusatan daya pikir.

Pembelajaran seni tari di lingkungan sekolah menengah pertama (SMP) diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengolah kemampuannya dan kreativitasnya. Untuk membantu siswa dalam mengolah kemampuannya dan kreativitasnya, perlu dilakukan latihan secara berkelanjutan dengan bimbingan dari guru.

Kemampuan. Kemampuan siswa dapat dilihat pada keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan menari, sedangkan kreativitas siswa dapat dilihat dan dirasakan pada proses penciptaan secara sederhana karya tari.

Peran seorang guru sangatlah signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal, seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konselor, eksplorator dan lainnya. Berikut peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai: guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai mediator, sebagai fasilitator, guru sebagai evaluator dan guru sebagai motivator.

Baca juga:   Asyiknya Membuat Teks Pidato Persuasif melalui YouTube

Pembelajaran tari pada umumnya dilakukan dengan metode imitatif. Metode ini mempunyai kelemahan. Yaitu anak tidak bisa mengeluarkan kreativitasnya dan lebih cenderung pasif, menunggu perintah dari gurunya. Untuk mengatasi hal-hal yang demikian, ditawarkan sebuah strategi pengajaran yang melibatkan anak dalam proses kegiatan belajar mengajar, yaitu pendekatan ekpresi bebas.

Pendekatan ekspresi bebas merancang kegiatan pembelajarannya dengan menggunakan model emerging curriculum yaitu kegiatan pembelajaran yang tidak dirancang sebelumnya tetapi berkembang sesuai dengan keinginan anak.

Dipandangnya seni sebagai disiplin ilmu merupakan asumsi pokok yang mendasari konsep pendekatan ini. Disiplin ilmu dalam pengertian ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Dobbs (1992: 9) adalah bidang studi yang bercirikan pertama memiliki isi pengetahuan (body of knowledge), dua adanya masyarakat pakar yang mempelajari ilmu tersebut, tiga tersedianya metode kerja yang memfasilitasi kegiatan eksplorasi dan penelitian.

Pendidikan seni multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang mempromosikan keragaman budaya melalui kegiatan penciptaan, penikmatan dan pembahasan keindahan rupa (visual). Ada beberapa faktor yang secara bersama-sama melatar belakangi kelahiran pendidikan multikultural yaitu ketidakadilan dalam masyarakat, kebutuhan akan identitas, keadaan geografis yang berubah, keinginan untuk menghilangkan prasangka buruk, konsekuensi munculnya seni rupa posmodernisme.

Baca juga:   Belajar Membaca Puisi lebih Menarik dengan Medote Imod

Evaluasi yang digunakan guru dalam pembelajaran seni tari di sekolah menengah pertama adalah evaluasi proses. Evaluasi hasil dilakukan ketika siswa menampilkan tarian. Evaluasi menggunakan instrumen yang berisi unsur-unsur: Wiraga, meliputi unsur hafal/penguasaan materi, teknik, paduan koreografi dan komposisi ruang. Wirama, meliputi unsur ketepatan ritmik dan tempo. Wirasa, meliputi unsur ungkapan isi atau tema yang selaras dengan perannya, paduan ungkapan isi atau tema tarian, dan penjiwaan atau situasi dan kondisi penari. Harmoni, meliputi unsur keselarasan paduan antara wiraga, wirama dan wirasa. (bp1/lis)

Guru Seni Budaya SMPN 1 Kedungwuni, Pekalongan

Author

Populer

Lainnya