Materi Zakat Lebih Mudah Dikuasai dengan Metode Market Place Activity

Oleh : Musafak, S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan belajar mengajar agar bisa mencapai hasil yang diharapkan sebagaimana tujuan pembelajaran yang ditetapkan, haruslah memperhatikan beberapa komponen. Yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, metode mengajar, dan media. Kompenen-komponen tesrsebut harus saling berkesinambungan satu dengan lainnya.

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dari proses belajar mengajar adalah penentuan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi dan kondisi yang ada sehingga akan tercipta suatu lingkungan belajar (class orcestra) yang efektif dan efisien.

Mulyasa (2002:32) menjelaskan pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran.

Materi zakat merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran PAI pada kelas 9 yang mempunyai karakter agak kompleks (sulit) dan lebih banyak aspek kognitifnya. Di antara kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik pada bab zakat ini antara lain: definisi zakat, syarat dan rukun zakat, dalil atau dasar disyariatkannya zakat, pembagian zakat, mustahiq zakat dan lain sebagainya.

Market Place Activity (MPA) adalah sebuah metode yang berbasis active learning. Pembelajaran aktif. Cirinya peserta didik aktif mencari dan mengumpulkan pengetahuan dari satu kelompok ke kelompok lain. Istilahnya saling belanja atau jual beli pengetahuan. Dalam hal ini dibutuhkan pula kerja sama antarpeserta didik, karenanya Market Place Activity juga layak disebut cooperative learning (Malvin L. Siberman, 2006).

Baca juga:   Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA

Dalam praktik metode MPA ini terdapat kelompok siswa pemilik informasi (pengetahuan) untuk dijual kepada kelompok lain dan kelompok siswa yang membeli informasi. Informasi yang diperjualbelikan adalah materi yang dipelajari pada hari itu. Tanggung jawab untuk mencari informasi secara individual dan mampu mempromosikan hasil kajiannya.

Market Place Activity (MPA) merupakan salah satu metode yang bisa dijadikan alternatif untuk menciptakan class orcestra yang menarik sehingga menumbuhkan semangat belajar peserta didik dan memudahkan peserta didik menguasai dan memahami materi yang diajarkan.

Teknik pembelajaran dengan MPA ini juga mengandung nurturant effect dalam pembentukan karakter secara direct (langsung), seperti bertanggung jawab membuat karya dan mempertahankan karyanya, kerja sama dalam kelompok, terbuka dengan kritikan pembeli, usaha kerja keras untuk menjadi yang terbaik, terbiasa mengevaluasi dan dievalusi, membangun kemandirian, kepercayaan diri, keterampilan kelompok, serta banyak nilai-nilai (valuing) yang tersimpan dalam pembelajaran tersebut.

Penerapan secara sederhana metode MPA ini dengan materi zakat, peserta didik dalam satu kelas dibagi beberapa kelompok disesuaikan pada Kompetensi Dasar (KD) materi zakat yang akan dibahas pada pertemuan tersebut. Dalam satu kelompok juga dibagi sebagian menjadi penjual pengetahuan tentang zakat dan sebagian menjadi pembeli pengetahuan tentang zakat.

Baca juga:   Aktif Berbahasa Inggris dengan PermainanTeka-Teki Silang

Anggota yang betugas sebagai pembeli kemudian berkeliling ke kedai dari kelompok lain untuk membeli informasi. Pada saat jual beli ini terjadi diskusi antara penjual dan pembeli. Setelah selesai belanja, anggota yang menjadi pembeli tsersebut kembali ke kelompoknya untuk menyampaikan informasi atau pengetahuan yang didapat. Sehingga dalam satu pertemuan peserta didik sudah bisa mengetahuai dan menguasai banyak pengetahuan yang berkaitan dengan beberapa KD materi zakat yang dibahas pada pertemuan tersebut.
Bila metode pembelajaran untuk materi zakat ini kurang tepat, maka yang terjadi peserta didik akan mudah jenuh dan tidak bersemangat untuk mengetahui dan memahami materi zakat yang diajarkan. Metode MPA ini yang mempunyai karakter melatih kemandirian, kerja sama, aktif, dinamis dan ceria tentu sangat membantu peserta didik untuk menguasai dan memahami suatu konsep materi atau pengetahuan (kognitif). Sehingga metode MPA dengan segala karakter yang dimilikinya, cocok bila digunakan sebagai alternatif metode dalam penyampaian materi zakat tersebut. (bp2/lis)

Guru PAI dan BP SMPN 2 Talun, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya