Asyiknya Belajar Makna Salat dengan Metode Project Based Learning

Oleh : Bati A. Dalari,S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perasaan gembira dalam belajar menjadi penting sehingga siswa tidak mengalami bosan dan mudah mengantuk ketika mendengarkan dan terlibat dalam pembelajaran. Untuk menciptakannya diperlukan kreativitas guru dan beberapa faktor pendukung lainnya, fasilitas yang memadai, media pembelajaran yang menarik dan metode atau strategi pembelajaran yang tepat. Sebagaimana penulis alami di kelas IV (empat) di SD Negeri 01 Linggo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan masih terdapat siswa yang tampak bosan dan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Penulis kemudian menerapkan metode Project Based Learning pada materi makna ibadah salat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Menurut NYC Departement of Education (2009:8), model pembelajaran Project Based Learning merupakan strategi pembelajaran dimana siswa harus membangun pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui berbagai bentuk representasi. Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning merupakan cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada siswa yang berkaiatan dengan isi atau bahan pengajaran dan tujuan yang direncanakan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Makna Iman pada Rasul dengan Metode STAD

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu Mengembangkan pertanyaan atau masalah, yang berarti pembelajaran harus mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, Memiliki hubungan dengan dunia nyata, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan siswa dihadapkan dengan masalah yang ada pada dunia nyata, Menekankan pada tanggung jawab siswa, merupakan proses siswa untuk mengakses informasi untuk menemukan solusi yang sedang dihadapi, Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil proyek yang dikerjakan siswa.

Materi pembelajaran Makna ibadah salat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV (empat) memuat kompetensi dasar ranah pengetahuan memahami makna ibadah salat dan ranah ketrampilan menunjukkan contoh makna ibadah salat dan menceritakan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.

Langkah-langkah model pembelajaran Project Based Learning pada materi makna ibadah salat di kelas IV (empat) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai berikut, Pertama, pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Pertanyaan disusun dengan mengambil topik ibadah salat. Misalnya kenapa kalian melaksanakan salat apa makna ibadah salat dan ceritakan nanti pengalamanmu melaksanakan ibadah salat di depan kelas dan seterusnya. Kedua, perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan penting. Ketiga, guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek. Keempat, memantau siswa dan kemajuan proyek (monitoring the students and progress of project). Guru bertanggung jawab untuk memantau kegiatan siswa selama menyelesaikan proyek. Pemantauan dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses. Kelima, penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian kompetensi. Langkah terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan. (ce2.2/ton)

Baca juga:   Belajar Dakwah Rasul Asyik dengan Nobar Film The Message

Guru PAI SD Negeri 01 Linggo Kajen

Author

Populer

Lainnya