Supervisi Klinis Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Tematik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Supervisi klinis adalah alat untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pembelajaran yang dilakukan oleh guru telah efektif dengan perencanaan yang sistematis, pengamatan, dan feedback (Eko Supriyanto, 2006). Sementara itu menurut Surono (2005: 7) supervisi klinis adalah bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada guru berdasarkan kebutuhannya melalui siklus yang sistematis.

Supervisi klinis di SDN 1 Kertosari Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung sebagai salah satu sarana pengembangan dan koreksi atas pelaksanaan pembelajaran. Dilaksanakan sebagai komponen atau bagian yang tak terpisahkan untuk peningkatan profesionalitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Supervisi klinis sebagai proses, didasarkan pada sejumlah asumsi pokok yaitu mengajar sesungguhnya adalah seperangkat kegiatan yang komplek dan unik yang memerlukan analisis secara hati-hati. Guru adalah figur yang bertanggung jawab pada pembelajaran dan ia adalah profesional yang kompeten yang diharapkan membantu melalui penawaran model-model pembelajaran dalam berbagai cara dan ragam pelaksanaan. Tujuan supervisi klinis membantu guru untuk menyesuaikan pola mengajarnya.

Mengingat supervisi klinis di SDN 1 Kertosari merupakan kegiatan umpan balik (feedback) maka di dalamnya diperlukan kepercayaan penuh antarpihak yang mencerminkan kesepahaman, saling mendukung, komitmen bersama serta guru tidak merasa dikontrol.

Baca juga:   Penggunaan Microsoft Sway untuk Pembelajaran Seni Patung

Pembelajaran Tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa (Depdiknas, 39). Menurut Pupuh Fathurohman (2007), strategi pembelajaran adalah sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam kontek ini rekayasa dapat diartikan suatu siasat, kiat atau cara dalam pencapaian tujuan pembelajaran menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran dan disajikan dalam suatu proses pembelajaran.

Dari proses pembelajaran tematik di SDN 1 Kertosari diharapkan siswa mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna. Ciri khas pembelajaran tematik antara lain: pertama, pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Kedua, kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Ketiga, kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar pun juga lebih bermakna. Keempat, membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Lima, menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. Enam, mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Beberapa manfaat pembelajaran tema ini yaitu menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. Dengan pemaduan antarmata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.

Baca juga:   Menulis Permulaan di Rumah Asyik dengan Tracing The Dot

Sebagai suatu model pembelajaran di SDN 1 Kertosari, pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel.

Pola pembelajaran tematik diterapkan di SDN 1 Kertosari pada siswa kelas I, II dan III karena pada umumnya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Menurut Tisno Hadi Subroto (2004), siswa yang masih muda melihat dirinya sebagai pusat lingkungan yang merupakan suatu keseluruhan yang belum jelas unsur-unsurnya, dengan pemaknaan secara holistik yang berangkat dari hal-hal yang bersifat konkret. Karena itu pengemasan pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptualnya akan meningkatkan peluang bagi terjadinya pembelajaran yang lebih efektif. (*/lis)

Kepala SDN 1 Kertosari, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya