Serunya Belajar Materi ASEAN dengan Metode TGT

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENGAJAR tidak bisa diartikan sebagai proses pemindahan pengetahuan kepada siswa dengan mengabaikan mendidik. Pada perkembangannya mengajar juga mendidik karena kompetensi yang dicapai mencakup ranah pengetahuan ,ketrampilan dan sikap. Untuk mencapai ketuntasan perlu kecakapan dan ketercapaian ketiga ranah tersebut. Pada proses pembelajaran hal yang sering dilihat adalah hasil padahal proses lebih utama dan ukuran mengetahui proses pemahaman. Maka proses pembelajaran yang paling berhasil adalah yang mampu membuat siswa gembira dan memahami secara keseluruhan apa yang disampaikan gurunya dikelas pembelajaran. Meskipun hal ini tidak mudah sebagaimana penulis alami di kelas VI di SD Negeri Sidorejo Tirto masih terdapat siswa yang acuh tak acuh dan bosan ketika dikelas. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik. Penulis menerapkan metode Teams Games Tournament atau disingkat TGT. Pada kelas VI dalam materi peran Indonesia di ASEAN pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial.

Menurut Saco, (Rusman, 2014) model pembelajaran TGT adalah peserta didik memainkan permainan dengan anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka. Permainan tersebut dapat disusun oleh guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Baca juga:   Realisasikan Slogan IPS Lewat Power Point

Langkah-langkah Pelaksanaan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) dalam materi peran Indonesia di ASEAN sebagai berikut ,pertama,Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi peran Indonesia di ASEAN dengan format slide power poin atau ceramah eksplorasi . Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok materi dan penjelasan singkat tentang buku,modul atau LKS yang dibagikan kepada kelompok. Kedua,Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria kemampuan (prestasi) peserta didik dari ulangan harian sebelumnya dan jenis kelamin. Kelompok biasanya terdiri dari 5 sampai 6 orang peserta didik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game atau permainan. Setelah guru memberikan penyajian kelas, kelompok (tim atau kelompok belajar) bertugas untuk mempelajari lembar kerja. Ketiga, Game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi, dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat peserta didik dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Keempat, Turnamen atau lomba adalah struktur belajar, di mana game atau permainan terjadi. Biasanya turnamen atau lomba dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas. Kelima, Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, Hal ini dapat menyenangkan para peserta didik atas prestasi yang telah mereka buat.

Baca juga:   Menanamkan Karakter Siswa Melalui Kemitraan

Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TGT in menurut pengamatan penulis antara lain tidak hanya peserta didik yang cerdas yang lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi peserta didik yang berkemampuan akademi lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompoknya, adanya rasa kebersamaan, rasa saling menghargai sesama anggota kelompoknya dan menyenangkan. (ti1/zal)

Guru Kelas VISDN Sidorejo Tirto

Author

Populer

Lainnya