Belajar Sejarah Lebih Asyik dengan Kartu Dora

Oleh : Umi Sumyanah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya sejarah, sering dianggap sebagai pelajaran hafalan yang membosankan. Pelajaran ini dianggap tidak lebih dari rangkaian angka tahun dan urutan peristiwa yang harus diingat kemudian diungkap kembali saat menjawab soal- soal ujian. Siswa beranggapan bahwa pelajaran sejarah tidak ada kegunaannya dalam kehidupan sehari- hari, sehingga pembelajaran dirasa kering dan membosankan. Kenyataan ini juga terjadi dalam pembelajaran sejarah di SMPN 2 Susukan. Rasa bosan dan jenuh sering dirasakan oleh siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Kalau sudah terjadi situasi seperti ini tentu saja pencapaian KKM yang sudah ditetapkan akan sulit untuk dicapai.

Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan pada pasal 19 mengamanatkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut maka diharapkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan sehingga pintu masuk untuk informasi baru akan lebih lebar dan terekan dengan baik.

Baca juga:   Dengan Metode TGT Belajar Jadi lebih Menyenangkan

Menurut Dave Meier dalam Indrawati, dkk. (2009: 16) belajar menyenangkan (joyful learning) adalah sistem pembelajaran yang berusaha untuk membangkitkan minat, adanya keterlibatan penuh, dan terciptanya makna pemahaman nilai yang membahagiakan pada diri peserta didik. Pembelajaran yang berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. Menurut Ismail (2008: 47). pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menjadi hadiah, reward bagi peserta didik yang pada gilirannya akan mendorong motivasinya semakin aktif dan berprestasi pada kegiatan belajar berikutnya.

Dalam upaya menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan di kelas IX SMPN 2 Susukan penulis menerapkan model pembelajaran dengan permainan kartu domino sejarah. Pada KD. 3.4. membahas materi tentang sejarah Indonesia, sehingga permainan ini kami beri nama kartu Dora yang artinya Domino Sejarah. Setiap kartu terdapat dua bagian yaitu bagian soal dan bagian pertanyaan. Apabila jumlah pertanyaan 5 soal berarti jumlah kartu 25 lembar.

Adapun langkah- langkah penggunaan kartu ini yaitu sama dengan permainan kartu domino pada umumnya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5-6 orang, tergantung dari jumlah kartu. Tiap kelompok diberi 1 paket kartu dora. Tugas tiap siswa memasangkan soal dengan jawaban yang cocok pada kartu yang dimiliki. Bagi siswa yang bisa menyelesaikan permainan lebih awal akan mendapat tambahan nilai.

Baca juga:   Belajar Lebih Mudah dan Menyenangkan melalui Permainan Crossword Puzzel

Penggunaan kartu Dora dalam kegiatan pembelajaran IPS di kelas IX SMPN 2 Susukan pada KD 3.4. berhasil meningkatkan keaktifan siswa. Semua ikut terlibat dalam permaian, bahkan siswa yang biasanya pasif menjadi bersemangat untuk menemukan jawaban dari kartu yang dipegangnya. Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan. Siswa tertantang untuk segera memenangkan permainan. Beberapa siswa bahkan penasaran, serta meminta untuk mengulang lagi permainan ketika mereka tidak menjadi pemenang. Kegiatan menemukan soal dan jawaban dalam kartu yang diulang- ulang menyebabkan secara tidak disadari siswa mengingat jawaban dari tiap soal. (bw2/ton)

Guru IPS SMPN 2 Susukan

Author

Populer

Lainnya