BDR IPS Asyik dengan Literasi Digital Mandiri

Oleh : Septyani Listyaningsih S.Pd MA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 sejak 11 Maret 2020 tidak kunjung berakhir. Memburuknya pandemi Covid-19, akhirnya pemerintah menerapkan social distancing dan physicaldistancing. Wabah Covid-19 bukan hanya berdampak pada segi kesehatan dan perekonomian masyarakat, tetapi berdampak pada sistem sosial budaya. Dunia pendidikan banyak berubah karena tuntutan sebagai solusi efektif di tengah wabah. Pembelajaranpun dibatasi dalam bentuk social distancing dan physical distancing dengan melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dengan tujuan untuk pemenuhan hak peserta didik, untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19. Selain itu, untuk melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Namun dalam pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) ini muncul permasalahan baru. Banyak orang tua yang kerepotan karena banyaknya tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan orang tua harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ada salah penafsiran orang tua peserta didik, bahkan pendidik mengenai BDR selama masa pandemi Covid-19. Pihak sekolah terkesan hanya memindahkan proses pembelajaran dari kelas ke rumah melalui daring atau online dengan media handphone. Tidak sedikit peserta didik bingung dan bosan dalam mengikuti BDR. Handphone yang semula digunakan sarana komunikasi dan media hiburan, kini berubah menjadi pendidik, dan BDR akhirnya dilimpahkan orang tua yang kurang memahami bahkan tidak kenal materi pelajaran.

Baca juga:   PAI dan BP Mempengaruhi Kesadaran siswa mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal

Materi pelajaran IPS sangatlah kompleks, meliputi perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat. Dalam lingkup substansi/konten/isi, materi proses, dan materi sikap dengan substansi meliputi fakta, konsep, generalisasi, dan teori. IPS melatih peserta didik menerima, mencari, mengumpulkan, merumuskan, dan melaporkan informasi manusia dan lingkungannya. Maka BDR IPS membutuhkan model dan media pembelajaran yang menarik agar standar kompetensi dapat tercapai serta membangun kemandirian peserta didik dalam belajar dan berfikir kritis.

Dalam hal ini, peserta didik diarahkan pada literasi digital mandiri dengan handphone yang dimiliki. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan literasi digital peserta didik dapat memperoleh dan menyebarkan informasi dengan cepat. Belajar lebih cepat dengan sumber referensi yang melimpah dengan asyik dan tidak membosankan. Handphone juga dilengkapi aplikasi yang menarik dalam pembelajaran antara lain google classroom, whatsapp, google formulir, e learning dan aplikasi yang lainnya. Itulah mengapa sekarang handphone disebut juga smartphone atau telepon pintar.

Baca juga:   Menariknya Metode Gallery Of Learning dalam Tema Binatang

Dengan penerapan literasi digital mandiri peserta didik asyik BDR IPS tanpa harus bergantung orang tua. Bahkan dapat menambah wawasan pengetahuan dalam kontek kolaborasi disiplin ilmu. Tapi orang tua haruslah tetap waspada, meluangkan waktu mendampingi dan membimbing anak BDR untuk menghindari penggunaan handphone yang tidak diinginkan. Salam BDR, tetap semangat, belajar dari rumah bukan penghalang cita-cita anak bangsa. (ti1/ida)

Guru IPS SMPN 1 Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya