Tingkatkan Pola Fikir dan Bersikap Positif melalui Pendekatan Client Centered

Oleh : Lis Kumala Dewi,S.Pd

spot_img

RADARSEMRANG.ID, DALAM menjalani kehidupan, kita terkadang banyak mengeluh dan berfikir negatif dengan keadaan diri kita, lingkungan dan situasi yang sedang kita hadapi.Banyak prasangka buruk terhadap orang lain, juga terkadang menyalahkan sang pencipta atas apa yang sedang kita alami.Rasa putus asa yang dialami menjadikan diri kita merasa lemah serta merasa hidup ini tidak berarti dan tidak ada gunanya.

Pentingnya berfikir dan bersikap positif pada diri kita atau konseli perlu ditanamkan pada diri mereka supaya dalam menjalani hidup ini terasa ringan ,dengan kita berfikir dan bersikap positif badan kita menjadi sehat, tidak sakit – sakitan karena dengan berfikir dan bersikap positif urat – urat syaraf kita menjadi tidak tegang sehingga pikiran menjadi jernih, dapat memutuskan sesuatu hal dengan tenang. Tersenyum adalah salah satu yang harus kita lakukan agar hati menjadi tenang, fikiran menjadi jernih dan syaraf kita tidak tegang serta untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita, selalu berprasangka baik kepada sang pencipta bahwa setiap masalah yang kita hadapi adalah ujian yang di berikan kepada kita supaya menjadi pribadi yang lebih sabar, menjadi pribdi yang lebih baik lagi. Karena ujian yang di berikan sang pencipta adalah sesuai dengan batas kemampuan kita, apakah kita akan tetap berada di jalan yang sesuai atau malah menjadikan diri kita sosok yang penuh dengan dosa.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Materi Kekongruenan dan Kesebangunan dengan Problem Posing

Untuk meningkatkan pola fikir dan bersikap positif pada siswa atau konseli di SMPN 5 Comal pada pelaksanaan Bimbingan dan Konseling untuk layanan klasikal diberikan tema tersebut melalui pendekatan client centered.Pelaksanaan layanan klasikal
tersebut di berikan di kls 9A, 9B ,9C ,9D dan 9E. Pada pendekatan Client Centered ini sebagai terapi yang berfungsi terutama sebagai penunjang pertumbuhan pribadi kliennya dengan jalan membantu kliennya itu dalam menemukan kesanggupan – kesanggupan untuk memecahkan masalah – masalahnya. Pada pendekatan client centered menaruh kepercayaan yang besar pada kesanggupan klien untuk mengikuti jalan terapi dan menemukan arah sendiri, karena pada pandangan client centered tentang sifat manusia menolak konsep tentang kecenderungan – kecenderungan negatif. Pada pendekatan client contered di fokuskan pada tanggung jawab dan kesanggupan klien untuk menemukan cara – cara menghadapi kenyataan secara lebih penuh sebab klien adalah orang yang paling mengetahui dirinya sendiri serta seseorang yang harus menemukan tingkah laku yang lebih pantas bagi dirinya sendiri. Dengan pendekatan client centered ini akan tercipta iklim yang kondusif untuk membantu klien untuk menjadi seseorang yang mempunyai pribadi yang berfungsi penuh.

Pendekatan client centered menekankan dunia fenomenal klien, dengan empati yang cermat dan usaha untuk memahami klien hal ini di maksudkan untuk memahami kerangka acuan internal klien, terapis memberikan perhatian terutama pada persepsi diri klien dan persepsinya terhadap dunia.Berdasarkan konsep bahwa hasrat untuk bergerak menuju kematangan psikologis berakar pada manusia, prinsip – prinsip terapi client centered di terapkan pada individu yang fungsi psikologisnya berada pada taraf yang relatif normal maupun pada individu yang derajat penyimpangan psikologisnya lebih besar. Menurut pendekatan client centered, psikoterapi hanyalah salah satu contoh dari hubungan pribadi yang konstruktif. Klien mengalami pertumbuhan psikoterapeutik di dalam dan melalui hubungannya dengan seseorang yang membantunya melakukan apa yang tidak bisa di lakukannya sendiri, itu adalah hubungan dengan konselor yang selaras,menyeimbangkan tingkah laku dan ekspresi eksternal dengan perasaan – perasaan dan pemikiran – pemikiran internal, bersikapmenerima dan empatik yang bertindak sebagai agen perubahan terapeutik bagi klien.

Baca juga:   Mudahnya Belajar Makanan Bergizi dengan Picture and Picture

Dengan adanya bimbingan kalasikal tentang berfikir dan bersikap positif diharapkan siswa atau konseli dapat memahami tentang pentingnya berfikir dan bersikap positif, manfaat berfikir positif. Konseli mampu menerapkan dalam kehidupan sehari – hari sehingga dengan berfikir positif mampu menghasilkan sesuatu, bisa berkreasi,berkonsentrasi untuk mencapai tujuan dan cita – citanya. (pg1/zal)

Guru SMPN 5 Comal, Pemalang

Author

Populer

Lainnya