Menggali Informasi Teks Nonfiksi Lebih Mudah melalui Word Square

spot_img

RADARSEMRANG.ID, Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan individu dalam perubahan tingkah laku melalui pelatihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu. Kegiatan belajar selama ini cenderung tidak berhasil, hal ini terlihat dari motivasi belajar yang rendah. Seperti yang terjadi pada siswa kelas 6 SD Negeri 02 Tegalsari, pada pembelajaran guru sering mendapatkan beberapa masalah yang timbul dalam proses pembelajaran, yaitu guru masih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga guru lebih aktif dibandingkan siswa, pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) sehingga siswa menjadi pasif, siswa terlihat kurang bersemangat mengikuti pembelajaran karena siswa hanya mendengarkan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Salah satu strategi yang mampu menumbuhkan motivasi belajar adalah melalui permainan. Permainan word square merupakan strategi pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Mirip seperti mengisi teka-teki silang, tetapi bedanya jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf/angka penyamar atau pengecoh. (Mujiman, 2017: 34). Model pembelajaran ini sesuai untuk semua mata pelajaran. Tinggal bagaimana guru dapat memprogram sejumlah pertanyaan terpilih yang dapat merangsang siswa untuk berpikir efektif. Tujuan huruf/angka pengecoh bukan untuk mempersulit siswa namun untuk melatih sikap teliti dan kritis. Instrumen utama metode ini adalah lembar kegiatan atau kerja berupa pertanyaan atau kalimat yang perlu dicari jawabannya pada susunan huruf acak pada kolom yang telah disediakan.

Baca juga:   Pantau Disiplin Siswa dengan Google Form di Era Pandemi

Pada kompetensi menggali informasi teks nonfiksi guru dapat menggunakan langkah-langkah pembelajaran word square antara lain : Pertama, guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai. Guru meminta siswa membaca teks bacaan dengan cermat. Guru membagikan lembaran kegiatan berupa kolom jawaban yang sudah dibuat kotak-kotak seperti teka-teki silang. Selanjutnya guru membuat daftar pertanyaan yang berhubungan dengan informasi kunci pada setiap paragraf. Siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban secara vertikal, horizontal maupun diagonal. Terakhir, bagi siswa yang menjawab dengan benar, guru dapat memberikan poin setiap jawaban dalam kotak. Pada kegiatan penutup guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.

Beberapa kelebihan dari model pembelajaran word square yaitu kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan melatih untuk berdisiplin. Selain itu metode ini juga dapat melatih sikap teliti dan kritis, merangsang siswa untuk berpikir efektif. Model pembelajaran ini mampu sebagai pendorong dan penguat siswa terhadap materi yang disampaikan. Melatih ketelitian dan ketepatan dalam menjawab dan mencari jawaban dalam lembar kerja. Dan tentu saja yang ditekankan d isini adalah dalam berpikir efektif, jawaban mana yang paling tepat. Sedangkan beberapa kekurangan dari model pembelajaran word square yaitu Mematikan kreativitas siswa, karena siswa tinggal menerima bahan mentah. Siswa tidak dapat mengembangkan materi yang ada dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya. Dalam model pembelajaran ini siswa tidak dapat mengembangkan kreativitas masing-masing, dan lebih banyak berpusat pada guru. (pg1/ton)

Baca juga:   Menarik Minat Belajar Aksara Jawa dengan Game Maze Chase

Guru SD Negeri 02 Tegalsari

Author

Populer

Lainnya