Atasi Masalah Siswa selama Pandemi lewat Konseling Virtual

Oleh: Aulia Yuniarti, S. Psi

spot_img

RADARSEMRANG.ID, Pendidikan di Indonesia di masa pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Batang diawali dengan instruksi dari Gubernur Jateng pada 15 Maret 2020. Sehingga mulai Senin, 16 Maret 2020, pembelajaran dari semula tatap muka, berubah menjadi pembelajaran melalui daring (dalam jaringan).

Pada tahun pelajaran 2020/2021 di bulan Juli diawali dengan mengundang orangtua siswa untuk diadakan sosialisasi pembelajaran yang akan dilakukan ke depan. Didapatilah sebagian besar orangtua siswa menghendaki diadakan pembelajaran tatap muka. Namun tak lama kemudian, di wilayah RW terdekat dengan sekolah penulis, SMP Negeri 1 Batang, ada kasus Covid-19. Sehingga rencana semula diadakan pembelajaran tatap muka urung dilakukan.

Selama kurun waktu tersebut, untuk kegiatan BK, praktis tidak dapat dilakukan secara langsung. Seperti biasanya, siswa yang memiliki kesulitan belajar ataupun permasalahan lain biasa dilakukan dengan tatap muka. Kali ini, dilakukan secara virtual walaupun tidak begitu maksimal. Seperti ketika anak bercerita, kemudian dia menangis, maka tidak ada sentuhan (touch) yang biasanya efektif untuk membuat pikiran dan perasaan siswa lebih lega.

Baca juga:   Pendidikan Karakter di saat Pembelajaran Jarak Jauh

Namun, kondisi seperti ini tetap bisa disiasati dengan virtual konseling, dan itu merupakan salah satu alternatif bagi siswa yang cenderung berkepribadian tertutup (introvert).

Dalam ilmu psikologi dikenal beberapa tipe kepribadian, di antaranya tipe kepribadian terbuka (ekstrovert) dan tipe kepribadian tertutup (introvert). Kiranya mudah kita mengenali siswa dengan kepribadian terbuka, karena dia tampak ceria, supel, mampu berinteraksi dengan teman-teman seperti biasanya. Tetapi lain halnya bagi siswa dengan tipe kepribadian tertutup yang jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman yang banyak dan menunjukkan keakraban.

Siswa dengan kepribadian tertutup cenderung menutup diri, kurang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Siswa seperti ini lebih sulit dikenali apabila dia sedang memiliki persoalan dalam kehidupannya bisa persoalan belajar ataupun yang lainnya. Maka dengan konseling virtual bisa menjadikan alternatif bagi siswa dengan kepribadian tertutup ini, mengingat biasanya anak cenderung pemalu, takut, dan menghindar masuk ke ruang BK untuk konseling.

Di masa seperti ini tidak dipungkiri ada beberapa siswa yang merasa kesulitan dalam menjalani kegiatan pembelajaran daring. Seperti kendala tidak memiliki HP android, kuota yang terbatas, HP yang bergantian dengan kakak atau adiknya yang sama-sama pembelajaran daring.

Baca juga:   Google Form Mempermudah Pembelajaran Pengolahan pada Mapel Prakarya

Ada pula yang hanya ada HP zaman dulu, sehingga kesulitan belajar daring, salah satu solusinya adalah diadakan home visit dengan menerapkan protokol kesehatan. Terdapat beberapa siswa SMP Negeri 1 Batang yang kesulitan melaksanakan pembelajaran daring, sehingga solusi yang dilakukan siswa dikunjungi, dibentuk kelas-kelas kecil luring (luar jaringan).

Ada pula sekolah yang memfasilitasi siswa dengan mengundang yang bersangkutan untuk belajar /mengerjakan tugas/ ujian di sekolah. Sehingga siswa yang merasa kesulitan untuk pelaksanaan pembelajaran daring bisa tetap dilakukan dengan baik. (btj2.1/aro)

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Batang

Author

Populer

Lainnya