Asyiknya Pembelajaran Pasar melalui Kunjungan ke Minimarket

spot_img

RADARSEMRANG.ID, Pengertian pasar paling sederhana adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Pada era globalisasi saat ini transaksi tidak hanya terjadi di pasar akan tetapi dapat pula melalui SMS atau jual beli secara online. Oleh karena itu pengertian pasar secara luas merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan jual beli atau proses terjadinya interaksi antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan barang dan jumlah barang atau jasa yang diperjualbelikan (Buku IPS Kemendikbud: 2016 halaman 163).

Pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern. Pasar modern ada yang berbentuk swalayan, hypermart, dan pasar ritel atau minimarket. Contoh minimarket yang terdekat dengan tempat tinggal peserta didik adalah Alfamart dan Indomaret. Berupa pasar swalayan kecil berbentuk toko, dan menjual barang kebutuhan sehari-hari. Pengelolaannya sudah modern. Menerapkan sistem swalayan. Harga barang sudah ditentukan tidak dapat ditawar.

Dalam struktur pasar, Alfamart dan Indomaret termasuk dalam pasar persaingan monopolistik. Karena memiliki sifat pasar monopoli dan dan pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistik di dalamnya terdapat banyak produsen barang dengan berbagai corak. Produksi barang yang diperjualbelikan lazimnya bervariasi, baik dalam merek, mutu, kampanye iklan yang dilakukan, maupun dampak psikologis yang berbeda-beda terhadap konsumen.

Baca juga:   Belajar Kegiatan Ekonomi melalui Tugas Proyek

Dalam kegiatan belajar mengajar IPS di SMP Negeri 1 Ulujami, untuk sub tema pasar, penulis menjelaskan jenis pasar, kemudian membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan empat sampai lima peserta didik. Tugas yang diberikan kepada peserta didik secara berkelompok yaitu mengunjungi Alfamart maupun Indomaret terdekat untuk mengamati barang kebutuhan sehari-hari yang diperjualbelikan di toko tersebut. Barang yang diamati sudah ditentukan jenisnya seperti pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci baju, sabun cuci piring, pengharum pakaian, pembersih lantai, minyak goreng, shampoo, soft drink, tissue, mie instan, susu dari berbagai merek dan diproduksi oleh berbagai perusahaan.

Setiap kelompok diberi nama kelompok barang yang diamati, seperti kelompok pasta gigi, kelompok minyak goreng, kelompok mi instan, dan lain sebagainya. Masing-masing peserta didik memilih satu merek barang, tidak boleh sama dengan teman satu kelompok, sehingga dalam satu kelompok nantinya akan terkumpul berbagai merek produk barang dari berbagai perusahaan, meskipun barangnya sama misalnya pasta gigi. Produk-produk tersebut difoto bagian depan dan bagian belakang kemasan. Produk-produk yang telah difoto kemudian diamati dari perusahaan mana saja yang memproduksi barang tersebut. Tak jarang ditemukan produsen sama tetapi merek berbeda. Kemudian kelompok berkumpul untuk membuat laporan hasil pengamatan berbentuk tabel yang berisi gambar produk, nama produk, dan perusahaan yang memproduksi. Peserta didik harus dapat membuat kesimpulan dari laporan mereka. Apakah masuk dalam kelompok pasar persaingan monopolistik atau tidak.

Baca juga:   Tip dan Trik Pembelajaran Matematika Menjadi Asyik

Setelah itu tiap-tiap kelompok maju mempresentasikan kesimpulan kelompoknya. Kelompok yang tidak maju akan menanggapi kelompok yang maju. Apabila ada kelompok yang laporannya salah, kelompok lain harus dapat menunjukkan kesalahannya. Dan kelompok yang salah harus dapat menerima kesalahannya kemudian memperbaiki. Pada akhir pelajaran, guru akan memberikan kesimpulan secara umum. (pg1/ton)

Guru IPS SMP N 1 Ulujami Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya