Peran Orangtua Menunjang Keberhasilan PJJ Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan dasar sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak di masa depannya. Oleh karena itu, meskipun tengah berada di era pandemi, proses kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan. Hingga awal 2021 Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, sehingga kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan aplikasi whatsApp, google clasroom, zoom dan lain-lain masih terus dilakukan dengan berbagai peningkatan sistemnya. Apalagi setelah menerima surat edaran Gubernur Jawa tengah di pertengahan Desember 2020. Nomor : 443/0017480 tentang Antisipasi Peningkatan Covid -19 di Daerah, yang berisi antara lain; menunda pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan PAUD, SD, SMP dan Dikmas, mengoptimalkan PJJ dan mengembangkan metode yang inovatif, kreatif, menantang serta menyenangkan peserta didik. Hal tersebut membuat peran orangtua sebagai tempat pendidikan pertama dikeluarga menjadi sangat signifikan. Orang tualah yang harus mendampingi putra putrinya dalam proses PJJ, apalagi untuk yang anaknya masih di jenjang SMP ke bawah, sangat membutuhkan pendampingan orangtua atau walinya dalam kegiatan PJJ.

Berdasarkan pengalaman pada semester gasal tahun ajaran 2020/2021 banyak orang tua yang belum maksimal dalam memperhatikan, mengontrol dan memotivasi putra putrinya. Sehingga di awal semester genap ini orang tua sangat diharapkan untuk kerja samanya demi keberhasilan di antaranya orang tua bisa mengontrol, mengawasi dan memotivasi putra putrinya di rumah dalam mengikuti PJJ Matematika yang dilaksanakan di SMP Negeri 19 Surakarta pada kelas 9c. Orangtua atau wali bisa bertanya kepada putra putrinya apakah ada kesulitan dalam kelas online matematika kemudian jika ada orangtua bisa berkonsultasi kepada guru.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Elektrokimia Berbasis E-Learning Berbantuan LKPD Inkuiri

Dalam proses belajar, guru mengawali dengan salam, menyapa dan memotivasi peserta didik tentang kesiapan belajar secara daring (Online) melalui aplikasi whatsApp. Untuk presensi peserta didik cukup menuliskan nomor absen dan nama. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk melakukan literasi mata pelajaran matematika bab Kekongruenan dan kesebangunan pada buku paket kemendikbud kelas 9 halaman 199 sd 261 yang telah difasilitasi perpustakaan sekolah. Peserta didik diberikan tautan yang berupa video pembelajaran yang di-share oleh guru tentang kekongruenan dan kesebangunan.

Dengan melihat video pembelajaran peserta didik melihat dan mencatat hal-hal yang penting diantaranya bisa membedakan perbedaan kongruen dan kesebangunan serta dapat memahami contoh-contoh soal dan penyelesian dengan jelas. Sebelum peserta didik mencoba latihan diadakan sesi tanya jawab terlebih dahulu tentang materi kekongruenan dan kesebangunan, sehingga guru bisa memantau seberapa jauh tingkat pemahaman peserta didik. Dengan begitu KBM bukan terpusat pada guru saja atau one way communication. Selain itu guru juga meminta orang tua via aplikasi whatsApp agar memantau dan mengarahkan serta memotivasi putra putrinya terutama yang belum aktif dalam PJJ di hari itu.

Baca juga:   Belajar Luas Lingkaran dengan Media Manipulatif

Dengan memaksimalkan perannya di rumah, orang tua bisa ikut berperan dalam keberhasilan putra putrinya mengikuti PJJ. Peserta didik yang mulai terlihat kurang bersemangat dimotivasi agar tetap mau belajar. Sehingga peserta didik tidak jenuh dan tertantang untuk lebih antusias dan berusaha lebih aktif dalam melakukan PJJ di SMP Negeri 19 Surakarta. Dalam hal ini peran orang tua dalam memantau hingga memotivasi peserta didik untuk mengikuti PJJ sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan putra putrinya. (ti2/ton)

Guru Matematika SMP Negeri 19 Surakarta

Author

Populer

Lainnya