Menghafal Surah Al-Fil Kelas IV SD dengan Metode Tikrar

Oleh : Itayatun, S.Pd.I, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan menghafal surah pendek di kelas IV SD dapat dilakukan dengan beberapa metode disesuaikan dengan panjang pendek surah yang akan dihafal dan kondisi lingkungan siswa. Dalam hal menghafal surah al-Fil yang dilaksanakan siswa kelas IV SDN 02 Lodaya, guru memilih menggunakan metode tikrar.

Adapun menurut Abu al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya (2002:126) dalam buku karangannya Maqayis al-Lughah Juz V pengertian tikrar berasal dari kata التكرارadalah masdar dari kata kerja “كرر “yang merupakan rangkaian kata dari huruf ر-ر-ك. Secara etimologi berarti mengulang atau mengembalikan sesuatu berulangkali. Sedangkan menurut Khalid ibn Usman as Sabt (1997:701) dalam bukunya Qawaid at Tafsir, Jam’an wa Dirasah Juz II secara istilah yaitu mengulangi lafal atau yang sinonimnya untuk menetapkan (taqrir) makna. Ada juga yang memaknai tikrār dengan menyebutkan sesuatu dua kali berturut-turut atau penunjukkan lafalnya terhadap sebuah makna secara berulang.

Mengutip skripsi Maitsa Ulinnuha Assalwa (2017:15) berjudul,“Efektivitas Metode Tikrar dalam Program Hifdzul Qur’an Santri Madrasah Aliyah Ponpes Al Iman Muntilan Magelang”dalam kaitannya dengan menghafal Alquran, metode tikrar adalah suatu metode menghafal dengan cara mengulang-ulang bacaan atau ayat Alquran sampai benar-benar hafal dan melekat.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Kosakata dengan Metode Guided Discovery

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan metode tikrar adalah suatu metode yang digunakan untuk menghafal ayat Alquran dengan melakukan pengulangan bacaan dua kali atau lebih, mengulang-ulang bacaan atau ayat Alquran sampai benar-benar hafal dan melekat.

Menurut Ahsin W Al-Hafidz (1992: 26) dalam bukunya berjudul Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, terdapat strategi dalam menggunakan metode tikrar antara lain: pertama, strategi pengulangan ganda, pengulangan ini ditujukan agar ayat-ayat yang sudah dihafal tidak mudah terlupakan. Kedua, tidak beralih pada ayat berikutnya sebelum ayat yang sedang dihafal benar-benar hafal. Ketiga, menghafal urutan-urutan ayat yang dihafalnya dalam satu kesatuan jumlah setelah benar-benar hafal ayat-ayatnya. Keempat menggunakan satu jenis mushaf, penggunaan satu jenis mushaf akan membantu proses menghafal Alquran karena akan menciptakan bayangan letak ayatyang melekat dalam pikiran. Kelima, memahami (pengertian) ayat-ayat yang dihafalnya, memahami pengertian, kisah atau asbabun-nuzul yang terkandung dalam ayat Alquran yang sedang dihafalnya. Keenam, menyetorkan hafalannya pada seseorang yang hafal Alquran. Ketujuh, adab menghafal Alquran.

Baca juga:   Liburan Tidak Harus Berwisata, lalu Seperti Apa?

Adapun kegiatan pembelajaran menghafal surah al-Fil yang dilakukan di SD Negeri 02 Lodaya dengan metode tikrar, sebagai berikut: guru menjelaskan tata cara menghafal surah al-Fil dengan metode tikrar. Guru memberi petunjuk penggalan-penggalan ayat pada surah al-Fil untuk memudahkan hafalan. Guru bersama siswa mendemonstasikan menghafal surah al-Fil ayat pertama, mengulang -ulang bacaan sampai siswa benar-benar hafal.

Selanjutnya siswa melanjutkan sendiri hafalannya ayat per ayat, mengulang-ulang sampai siswa dapat menghafal secara utuh surah al-Fil. Siswa menyetorkan hafalannya kepada guru, dengan mendemonstrasikan hafalannya di depan guru. Pada akhir pembelajaran, siswa secara klasikal mendemonstrasikan hafalannya.

Kegiatan pembelajaran menggunakan metode tikrar di kelas IVSD Negeri 02 Lodaya berjalan dengan baik, siswa antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran lebih hidup dengan hasil belajar yang lebih signifikan dibandingkan dengan pemberian tugas menghafal di rumah masing-masing tanpa bimbingan guru. (pg1/lis)

GPAI SDN 02 Lodaya, Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya