Belajar Membilang Loncat Menyenangkan dengan Lantai Keramik

Oleh : Ummu Tafsiroh, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika bagi sebagian besar siswa adalah mata pelajaran yang sulit. Hal ini merupakan masalah utama yang dihadapi oleh para guru matematika. Rendahnya hasil belajar matematika karena adanya berbagai cap negatif yang telah melekat di benak siswa berkenaan dengan pelajaran matematika.

Banyak siswa mengira bahwa belajar Matematika itu sulit. Kesan pembelajaran Matematika sulit, salah satunya juga disebabkan kurangnya pemanfaatan media. Hal Ini merupakan salah satu tugas guru yang perlu dikembangkan. Dengan pemanfaatan media loncat lantai keramik sebagai alat bantu pembelajaran matematika. Diharapkan siswa merasa terbantu dengan kegiatan loncat keramik dan mampu berimajinasi dalam kemampuan berhitung melalui permainan loncat keramik.

Pembelajaran Matematika akan menyenangkan jika siswa merasa enjoy karena pembelajaran matematika merupakan bagian dari berbagai mata pelajaran yang ada. Dalam pelaksanaan pembelajarannya guru selalu ingin meningkatkan pelayanan kepada siswa agar merasa enjoy dan mudah saat mempelajari Matematika, sehingga menjadi Learning Fun yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi siswa. Untuk memilih media perlu mengetahui beberapa kelebihan dan kelemahannya, sehingga karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Media loncat keramik merupakan salah satu media yang paling bisa untuk dijadikan media dan paling dimungkinkan menjadi media yang bisa dipakai dalam pembelajaran matematika khususnya membilang loncat. Media lantai keramik inilah yang digunakan oleh guru kelas 1 di SDN 01 Kalimojosari kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.

Baca juga:   Memilih Aplikasi Pertemuan Online

Dengan media loncat lantai keramik diharapkan siswa dapat tertarik dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran Matematika, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran siswa secara bergantian melakukan loncatan sesuai dengan angka dan hitungan pada lantai keramik yang sudah diberi angka, siswa yang lain ikut memperhatikan dan menghitung serta memberi semangat kepada teman yang melakukan loncatan. Dilihat dari kegiatan tersebut siswa menjadi bersemangat dan lebih cepat memahami materi.

Pengembangan pembelajaran Matematika dengan media lantai keramik ini merupakan salah satu solusi karena penulis menyadari bahwa dalam praktiknya banyak ditemukan masalah yang harus diselesaikan. Hal itu merupakan masalah yang on the job problem oriented artinya memang di bawah kewenangan guru untuk memecahkannya. Dengan kata lain penulis merasa ada yang perlu diperbaiki dalam praktik pembelajaran Matematika yang dilakukan selama ini dan perbaikan ini diprakarsai oleh penulis sendiri sebagai guru pengajarnya, (an inquiry of practice from within ) dan bukan diprakarsai oleh orang luar baik itu guru yang mengajar Matematika di kelas lain maupun guru sejawat lain. Sebagai tindak lanjut dari pembelajaran Matematika yang kurang memuaskan ini, penulis mencoba melakukan penelitian kaji tindak sebagai usaha peningkatan, yaitu dalam penyelenggaraannya berupaya menerapkan berbagai teknik dan strategi secara efektif dan efisien dengan media lantai keramik untuk mencapai tujuan instruksional yang maksimal. Penelitian yang berciri inkuiri reflektif ini dari permasalahan pembelajaran riil yang dihadapi oleh guru dan siswa sehari-hari. Jadi kegiatan penelitian ini berdasarkan pada pelaksanaan tugas (practice driven) dan pengambilan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi (action driven). (ti1/ton)

Baca juga:   Kolaborasi Sway dan Padlet Tingkatkan Kompetensi Menulis Se PrĂ©senter

Guru SDN 01 Kalimojosari Kec. Doro, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya