Pembelajaran Empati terhadap Sesama melalui Sosiodrama

Oleh : Dian Akmalia, S.Pd.I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sekolah sebagai wahana formal dituntut untuk dapat menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif sehingga potensi siswa berkembang optimal. Dengan demikian, pengembangan potensi untuk menjadi manusia yang bermartabat, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab sebagai individu dan anggota masyarakat dapat terwujud (Achmadi, 2010: 122). Pembaruan pada kurikulum 2013 yang menyeimbangkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu.

Pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti terdapat beberapa aspek yang harus dipelajari oleh siswa, diantaranya adalah aspek akhlak. Pada aspek akhlak ini diharapkan siswa dapat membiasakan bertingkah laku dan berakhlak mulia yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Untuk mewujudkan itu, maka penulis menerapkan metode sosiodrama untuk materi Empati terhadap Sesama pada kelas VII di SMP Negeri 3 Tirto. Materi Empati terhadap Sesama merupakan materi akhlak dimana tidak hanya materi pengetahuan saja tetapi juga sikap dan pembiasaan dari materi tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan.

Sosiodrama adalah suatu cara dalam bimbingan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendramatisasikan sikap, tingkah laku atau penghayatan seseorang seperti yang dilakukan dalam hubungan sosial setiap hari di masyarakat (Ahmad & Supriyono : 2004). Salah satu tujuan dari sosiodrama adalah agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain. Sosiodrama yang diperankan di depan kelas diharapkan mampu menumbuhkan sikap siswa untuk menghargai dan berempati terhadap masalah yang dimiliki oleh orang lain. Proses interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru dalam kegiatan pembelajaran dengan metode sosiodrama akan lebih aktif, komunikasi berjalan dua arah dari guru ke siswa dan dari siswa ke guru. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima penjelasan materi secara teoritis tetapi juga ikut mengamati dan menganalisa masalah yang diperankan dari materi yang disampaikan.

Baca juga:   Pembelajaran Teks Prosedur melalui Voice Note di Masa Pandemi

Dalam pembelajaran di kelas, siswa dibentuk beberapa kelompok. Masing – masing kelompok diminta untuk membuat naskah drama terlebih dahulu. Kemudian setelah selesai, kelompok diminta untuk membuat sosiodrama tampil secara langsung dengan bergantian sesuai dengan naskah drama yang telah dibuat. Dengan begitu, maka pembelajaran menjadi aktif dan siswa ikut terbawa emosi dalam menampilkan sosiodrama. Setelah permainan selesai, maka diadakan diskusi antarsemua siswa sehingga dihasilkan beberapa tanggapan, pendapat dan kesimpulan. Kelebihan dari sosiodrama ini siswa terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif karena dapat mengemukakan pendapatnya sendiri, kerjasama antar siswa dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik – baiknya serta terbiasa untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan kelompoknya. Adapun kelemahannya adalah terkadang siswa merasa malu untuk memerankan adegan tertentu, dan sosiodrama juga membutuhkan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi sedangkan tidak semua siswa memilikinya. Namun kelemahan tersebut bisa diatasi dengan memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat siswa untuk memecahkan masalah tersebut.

Penggunaan metode sosiodrama dalam materi Empati terhadap Sesama sangat efektif dapat pembelajaran karena membuat kelas menjadi aktif dan meningkatkan minat belajar, siswa tidak hanya tahu arti pentingnya empati tetapi juga dapat merasakan langsung contoh penerapan sikap empati dalam kehidupan. (ti2/ton)

Baca juga:   Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup bagi Warga Sekolah

Guru PAI – BP SMP Negeri 3 Tirto, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya