Tantangan Guru Gagap Teknologi pada Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh : Septi Linawati,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah mengubah sistem kehidupan manusia di segala bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Adanya kebijakan untuk melakukan work from home (WFH), social and physical distancing, mengharuskan masyarakat tetap stay at home, bekerja, beribadah dan belajar dari rumah. Kondisi demikian menuntut lembaga pendidikan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran.

Dengan dihapuskannya ujian nasional, belajar di rumah melalui aplikasi tertentu, kuliah daring, bimbingan dan seminar daring merupakan contoh pelayanan bidang pendidikan yang mempercepat penerapan pendidikan era revolusi industri 4.0. Dari beberapa kasus di atas menuntut peran teknologi dalam bidang pendidikan di tengah pandemi Covid-19, para tenaga pendidik dan peserta didik diharapkan dapat menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi.

Mengutip data Ikatan Guru Indonesia (IGI), Lestari Moerdijat, wakil ketua MPR mengungkapkan berdasarkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan tiga bulan terakhir tercatat 60 persen guru di SDN 03 Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan memiliki kemampuan sangat buruk dalam penggunaan teknologi informasi saat mengajar. Kendala gagap teknologi di kalangan guru ini harus segera diatasi.

Baca juga:   Pembelajaran IPA lebih Bermakna dengan Metode Tutor Sebaya

Tantangan guru dalam pembelajaran jarak jauh

pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pilihan utama dalam menyampaikan materi kepada peserta didik pada masa pandemi. Daring, luring dan blended merupakan cara untuk para guru melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh. Penguasaan IT dan adaptasi guru dalam menyampaikan materi yang berbeda dengan yang biasa dilakukan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui.

Penguasaan teknologi dalam menggunakan laptop, WhatsApp, dan berbagai jenis media yang bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran daring menjadi hal yang sangat penting. Apapun bentuk proses pembelajaran baik daring, luring maupun blended harus tetap dilaksanakan agar pembelajaran tetap berjalan. Berbagai cara dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dan peserta didik tetap merasakan pendidikan meskipun tidak menuntut ketuntasan kurikulum.

Semua kegiatan pembelajaran di SDN 03 Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan yang tertuang dalam rencana pembelajaran jarak jauh berupa skenario pembelajaran yang dituangkan dalam sebuah naskah pembelajaran sebagai pengganti kegiatan guru yang semula dilakukan secara tatap muka dilakukan dengan mengkolaborasikan peran orang tua peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan di rumah.

Baca juga:   Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Sewa Kupu

Orang tua berperan sebagai penerus penyampaian materi yang seharusnya dilakukan oleh guru, terutama untuk kelas-kelas tingkat dasar. Walaupun terdapat kendala di lapangan misalnya minimnya kesempatan orang tua untuk melakukan pendampingan karena sibuknya pekerjaan, kurangnya pengetahuan di bidang IT. Bahkan ada sebagian orang tua peserta didik yang tidak mempunyai handphone serta kurangnya kemampuan orang tua dalam membaca.

Untuk itu peran guru sangat penting dalam mengatasi berbagai kendala yang dilakukan dalam menyampaikan materi baik daring, luring atau blended. Guru hendaknya melakukan pemetaan terhadap peserta didik dan orang tua baik tentang jarak rumah, kepemilikan handphone, jaringan internet, paket internet ataupun kemampuan serta kesempatan para orang tua peserta didik untuk mendampingi anaknya dalam kegiatan pembelajaran. (pg1/lis)

Guru Kelas SDN 03 Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya