Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Tepat melalui TPR

Oleh: Hartanso,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA memiliki peran sentral, khususnya dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional seseorang dan dalam mempelajari semua bidang studi. Bahasa diharapkan bisa membantu peserta didik untuk mengenal diri dan lingkungannya, menemukan dan menggunakan kemampuan analitis serta imaginative dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Inggris juga berperan penting namun implementasinya terdapat beberapa kesulitan. Proses dan hasil belajar bahasa Jnggris kadang tidak sesuai harapan. Demikian pula yang dialami penulis ketika mengajar bahasa Inggris di SMPN 1 Bojong kelas VIII semester 1 dengan KD 3.4. Menerapkan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta izin, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya. Banyak hasil belajar siswa yang dibawah KKM dan siswa cenderung kurang berminat untuk belajar dengan berbagai alasan. Pembelajaran yang ideal memang harus didukung oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pemilihan metode atau model yang sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai. Model Total Physical Response (TPR) adalah yang paling sesuai.

Menurut Richards J (2001) TPR didefinisikan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action); dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor).Menurut Asher (dalam Petada, 1991: 109), orang dewasa akan berhasil mempelajari bahasa asing kalau ia meniru cara anak-anak mempelajari bahasa ibunya. Kenyataan menunjukkan bahwa kalimat yang ditujukan kepada anak, pendek-pendek dan berbentuk perintah, lalu anak memberi reaksi secara non-verbal. Asher juga berpendapat, karena mempelajari selalu dikaitkan dengan gerakan tubuh, maka tekanan jiwa (stres) anak berkurang, dan hal itulah yang memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berbahasanya dengan cepat.

Baca juga:   Media Sticky Notes Meningkatkan Kemampuan Menulis Aksara Jawa

Langkah pembelajaran TPR adalah;(1)Guru mengucapkan dan memeragakan perintah-perintah dan siswa melaksanakan perintah itu dengan mendengarkan guru serta dengan melakukan apa yang guru lakukan;(2)Guru menciptakan situasi-situasi dimana memberikan isyarat/contoh gerakan sesuai dengan instruksi serta cara merespon baik lisan dan tindakan;(3)Guru memberikan evaluasi tindakan yang dilakukan siswa;(4)Guru memberikan reinforcement pada siswa yang benar dalam merespon instruksi.

Dalam TPR, pembelajaran tata bahasa dimulai dengan menyajikan berbagai contoh, baru kemudian ditarik kesimpulan gramatikanya. Tata bahasa diajarkan bersama-sama dengan kosakata. Siswa pertama-tama mempelajari makna kosakata dalam bahasa sasaran. Ketika guru mengembangkan perintah-perintah dengan menggunakan kalimat-kalimat yang lebih panjang, para siswa mulai mempelajari tata bahasa dengan mengamati tindakan-tindakan dan membuat asosiasi-asosiasi antara tindakan-tindakan dan perintah-perintah. Para siswa lalu mencoba menguji kebenaran asosiasi-asosiasi yang dia lakukan dengan memberi beberapa perintah kepada teman-teman mereka. Berbagai benda dikelas dan realita memainkan peran penting terkait dengan materi bagi siswa yang benar-benar pemula.

Terdapat dua teknik utama dalam TPR yaitu teknik memperkenalkan kosakata baru dan teknik bekerja yang mengacu pada cara-cara yang digunakan untuk menjelaskan atau mengkombinasikan perintah-perintah serta kosakata pendukung yang telah diperkenalkan kepada para siswa untuk peningkatan dalam bahasa sasaran.

Baca juga:   Penggunaan Game Edukasi Quizizz Meningkatkan Semangat Belajar di Masa Pandemi

TPR menekankan pengembangan kemampuan pemahaman melalui asosiasi gerak dengan makna sebelum kemampuan berbahasa (berbicara). Dengan karakter demikian maka kesimpulannya adalah; pembelajaran berbicara harus ditunda sampai terbentuk kemampuan memahami. Kemampuan memahami dapat meningkatkan kemampuan produktivitas dalam mempelajari suatu Bahasa. Kemampuan didapat melalui transfer mendengarkan. Pembelajaran harus menekankan arti daripada bentuk, dan Pembelajaran meminimalisir rasa stres pada saat belajar. (ti1/zal)

Guru SMPN 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya