Pemanfaatan Kemasan Bekas Obat dalam Pembelajaran Membaca Teks Label

Oleh: Endang Pujihastuti, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Membaca adalah proses pengelohan bacaan kritis, kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu (Oka, 1983: 17). Adapun membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca. Jadi dapat dikatakan bahwa keterampilan membaca adalah keterampilan yang dimiliki seseorang untuk memahami isi wacana tulis.

Menurut Tarigan (1987: 11-12), ada dua aspek keterampilan membaca yaitu keterampilan yang bersifat mekanis dan bersifat pemahaman. Pertama, keterampilan yang bersifat mekanis tersebut meliputi: pengenalan bentuk huruf, pengenalan unsur-unsur linguistik dan pengenalan hubungan pola ejaan dan bunyi. Kedua, keterampilan yang bersifat pemahaman meliputi: memahami pengertian sederhana, memahami makna, penilaian, dan kecepatan membaca yang fleksibel. Berdasarkan penjelasan di atas, tujuan setiap pembaca adalah memahami bacaan yang dibacanya. Dengan demikian, pemahaman merupakan faktor yang amat penting dalam membaca.

Menurut Nuttal (1988: 31) keterampilan membaca pemahaman sebagai suatu proses interaksi antara pembaca dengan teks dalam suatu peristiwa membaca. Dalam proses ini dituntut kemampuan mengolah informasi untuk menghasilkan pemahaman. Saat proses komunikasi tersebut terjadi, pembaca melakukan penyusunan kembali pesan yang terdapat dalam teks. Pada tahap ini pembaca melakukan interaksi antara makna yang terdapat dalam teks dengan makna yang telah dimiliki sebelumnya. Jadi membaca pemahaman adalah proses menganalisis pesan penulis yang melibatkan proses mental dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Makna yang terdapat dalam bahan tidak selamanya terdapat dalam bacaan itu sendiri tetapi dapat juga berada di luar bacaan itu sendiri (makna tersirat). Oleh karena itu pembaca yang baik harus jeli dan melibatkan secara aktif dalam bacaan tersebut. Hal tersebut akan memudahkan pembaca dalam memperoleh pemahaman.

Baca juga:   Pentingnya Memahami Keunggulan dan Kelemahan Kurikulum 2013

Teks label adalah merupakan salah satu jenis teks fungsional pendek dalam bahasa Inggris. Fungsi sosial teks label yaitu, untuk memberikan informasi rinci tentang sebuah produk. Sedangkan label adalah salah satu bagian dari produk berupa keterangan baik gambar maupun kata-kata yang berfungsi sebagai sumber informasi produk dan penjual. Label umumnya berisi informasi berupa nama atau merek produk, bahan baku, bahan tambahan komposisi, informasi penggunaan, tanggal kedaluwarsa, isi produk dan keterangan legalitas.

Sebuah produk, apakah makanan, obat, atau produk lainnya, kita pasti menemukan keterangan dalam selembar kertas baik itu ditempel atau dilampirkan dalam kemasan produk tersebut dengan maksud memberikan informasi secara detail tentang kegunaan, kandungan gizi, aturan pakai dan sebagainya. Lembar kertas tersebut kita kenal dengan sebutan label. Label dalam suatu produk sangat penting karena berisikan informasi menyeluruh tentang produk tersebut bagi penggunanya.

Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca teks label, penulis memanfaatkan kemasan bekas obat dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Patebon. Sebelum pembelajaran dimulai peserta didik diharuskan membawa kemasan bekas obat. Cara pembelajarannya, yaitu pertama, guru membacakan brand of product (merek), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat yang mereka bawa dari rumah. Kedua, guru membacakan name of product (jenis produk), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Ketiga, guru membacakan content/ amount (isi/berat bersih), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Keempat, guru membacakan description (deskripsi), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Kelima, guru membacakan Ingredients (komposisi), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Keenam, guru membacakan directions to use (cara menggunakannya), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Ketujuh, guru membacakan direction to store (petunjuk/cara menyimpan), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Kedelapan, guru membacakan expiration date (tanggal kedaluwarsa), peserta didik mencocokkan dengan kemasan bekas obat itu. Delapan hal itulah yang harus ada pada teks label obat dan peserta didik dapat membuktikan sendiri

Baca juga:   Menanamkan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Teks Naratif

Pembelajaran berjalaan lancar dengan pemanfaatan kemasan bekas obat. Peserta didik SMP Negeri 1 Patebon, mampu memahami pembelajaran membaca teks label dengan sangat baik dan menambah pengalaman nyata. (ti2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Patebon, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya