Belajar Narrative Text dengan Metode Examples Non Examples

Oleh : Iwan Setiawan, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang dipandang cukup sulit bagi siswa siswi kami di SMP Negeri 7 Pemalang. Kami selaku guru berupaya untuk membangkitkan semangat belajar pada bidang studi tersebut.

Untuk membantu dan mengajak mereka senang pada bidang studi Bahasa Inggris kami selaku guru bidang studi mengenalkan metode examples non examples, yaitu meminta kepada siswa untuk secara berkelompok menganalisa gambar dan mendiskusikan hasilnya. Model pembelajaran ialah suatu pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi dan memberi petunjuk kepada guru di kelas (Suprijono, 2009 : 46).

Metode ini kami terapkan di kelas IX pada materi Narrative Text, KD 3.7 Membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks naratif lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait fairytales pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya dan KD 4.7. Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks naratif, lisan, dan tulis, sangat pendek dan sederhana, terkait fairytales.

Langkah awal mempersiapkan gambar gambar menarik tentang dongeng, legenda dan fabel yang berkaitan dengan teks naratif. Langkah berikutnya gambar gambar tersebut kami tayangkan melalui proyektor. Selanjutnya kami memberi petunjuk dan kesempatan kepada siswa untuk menganalisa gambar. Kami buat kelompok yang terdiri dua sampai tiga orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada lembar kertas. Setelah mereka berdiskusi dan mendapatkan hasil analisa gambar tiap- tiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan kesimpulan masing masing. Setelah tiap-tiap kelompok memaparkan hasil diskusi kami dapat mengetahui kemampuan siswa dalam pemahaman isi yang disampaikan tiap tiap gambar. Pada kesempatan ini kami menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran. Kami memberikan simpulan atau rangkuman dari materi teks narative kepada para siswa.

Baca juga:   Asyik Belajar Konsep Ekonomi Kreatif dengan Menyusun Business Plan Sederhana

Model ini kami berikan kepada siswa karena dianggap perlu perubahan dari sistem ceramah saja yang terkesan monoton, dan berharap ada perubahan yang membangkitkan semangat untuk memperdalam Bahasa Inggris khususnya materi teks naratif. Mereka sangat berantusias dengan model pembelajaran yang sebelumnya mereka kenal. Penanyangan gambar- gambar yang tersaji lewat proyektor membuat pengalaman baru. Mereka mengamati gambar-gambar yang berisikan dongeng, legenda dan fabel baik yang sudah mereka kenal maupun yang belum mereka kenal dengan baik. Guru dalam penayangan gambar-gambar dapat diperoleh dari berbagai media, seperti buku cerita, foto, internet dan sebagainya.

Ada tantangan tersendiri bagi setiap siswa dalam tiap kelompoknya untuk memahami dan mengetahui isi yang terkandung pada tiap-tiap gambar secara aktif. Mereka saling berlomba untuk menampilkan gagasan dan kreatifitasnya untuk menyusun kalimat-kalimat yang padu sesuai isi gambar dalam kelompoknya yang akan ditampilkan di depan kelas dan didengar oleh kelompok lain.Tiap-tiap kelompok memberikan komentarnya kepada kelompok lain dengan kemampuan bahasa tulis mereka yang membuat pembelajaran seru dan menarik. Kegiatan ini menghidupkan kegiatan belajar mengajar yang terkadang terkesan kurang aktif. Proses pembelajaran dalam materi teks naratif model examples non examples ini sejalan dipahami lebih awal oleh siswa sebelum guru menjelaskan secara utuh. Guru menyampaikan materi tersebut bahwasannya gambar-gambar yang ditayangkan dan yang telah didiskusikan adalah contoh atau bagian dari teks naratif. (pg1/ton)

Baca juga:   Laser Meningkatkan Skill Bermain Sepak Bola

Guru SMP N 7 Pemalang

Author

Populer

Lainnya